Keluarga Besar Madrasah Bantu Dua Siswa Korban Kebakaran 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Keluarga besar madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat menyalurkan bantuan kepada dua siswa-siswi MIN dan MTs yang menjadi korban kebakaran di Pemangku III, Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Senin (30/11).  

Bantuan berupa uang tunai dan pakaian layak pakai diserahkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs. Pidaus Sablie, M.Pd.I, didampingi Kepala MAN 1 Lambar, Pairozi, M.Pd.I, Kepala MTsN 1 Lambar Hi Gunawan Susanto, M.Pd.l, kepala MIN 1 Ihsanudin, S.Pd, Kepala MIN 2 Lambar Desi Arisandi, S.Pd., dan kepala MIN 3 Lambar Nurkholis, S.Pd.I.

Bacaan Lainnya


Kasi Penmad Drs. Firdaus Sablie, M.Pd.I, mendampingi plt kepala Kantor Kemenag Maryan Hasan, S.Ag, M.Pd.I, mengatakan atas nama keluarga besar madrasah baik swasta dan negeri serta Raudhatul Athfal (RA) di Lambar turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membantu meringankan beban bagi keluarga ahli musibah, tentunya kami juga berharap keluarga selalu diberikan ketabahan, dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap firdaus.

Dalam kesempatan itu, ia bersama seluruh jajaran yang hadir juga turut memanjatkan doa dan berharap ada hikmah dibalik musibah yang terjadi.

”Kita berharap keluarga korban bersabar dan Allah berikan rizki agar dapat kembali mendirikan rumahnya,” imbuhnya. 

Seperti diketahui, musibah kebakaran menggegerkan warga Pemangku III, Pekon Hujung, Kecamatan Belalau pada Selasa (17/11) sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa itu menghanguskan sebuah rumah semi permanen milik Pitona (50).

Kebakaran diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Angin yang kencang menyebabkan api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan rumah.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, saat kejadian warga melihat percikan api yang berasal dari KwH meter rumah tersebut dan seketika membesar hingga melahap seluruh bangunan. 

Saat kejadian, pemilik rumah yakni pitona sedang berada di kebun, sementara sang istri tengah menghadiri acara hajatan. Sayangnya, peristiwa itu mengakibatkan seluruh harta benda korban tidak terselamatkan.

Sehingga, dari data yang dihimpun total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp300 juta lebih karena selain menghanguskan seluruh bangunan rumah semi permanen berukuran 6×12 meter tersebut, terdapat dua unit sepeda motor, satu unit mesin giling kopi dan heler serta satu unit mesin genset/Generator hangus terbakar.(edi/mlo)


Pos terkait