Keluarga Dukung Paslon Kalah, Bidan Puskesmas Blambangan Umpu Dipecat

  • Whatsapp
dr. Indra jaya saat dikonfirmasi BAIM HAM, sore ini

Medialampung.co.id – Usai pelaksanaan Pilkada Waykanan, muncul isu keluarga pendukung pasangan calon (Paslon) yang kalah perlu bersiap-siap keluarganya akan dipindah tugaskan ke pedalaman atau bahkan di nonjobkan, hingga pemberhentian bagi tenaga honorer.

Khusus yang terakhir, ternyata sudah terjadi di puskesmas Blambangan Umpu dimana Kapuskes setempat dr. Indra Jaya diduga dengan semena-mena memberhentikan seorang tenaga honorer (TKS Bidan *red), karena orang tuanya pada pilkada lalu mendukung paslon yang kalah.

Bacaan Lainnya

“Awalnya saya tidak percaya laporan anak saya yang bekerja di Puskesmas Blambangan Umpu kalau dirinya sudah diberhentikan oleh pimpinannya dengan alasan karena waktu pilkada saya dan dirinya mendukung calon lain, ini kan tidak logis, untuk itu saya tidak terima, karenanya saya mengadu ke BAIN HAM (Badan Advokasi dan Investigasi Hak Asasi Manusia) Waykanan untuk menindak lanjutinya secara hukum,” ujar Hasan orang tua dari Rizky Apriani, bidan yang dipecat dr. Indra Jaya.

Sementara itu, Ketua BAIN HAM Waykanan, Edi S. membenarkan apa yang disampaikan Hasan dan bahkan menurutnya selain akan mempertanyakan langsung hal itu kepada dr. Indra Jaya selaku pimpinan Puskesmas Blambangan Umpu, pihaknya juga akan menyampaikan persoalan tersebut ke KASN, dan pihak terkait lainnya termasuk ke IDI.

Dalam pada itu, di dalam rekaman yang disampaikan Hasan kepada BAIM HAM Waykanan, terdengar jelas bahwa dokter Indra Jaya memberhentikan Rizky Apriani dan seorang kawannya yang lain karena keduanya juga ga politik praktis dan menjadi lawan dari pemenang Pilkada dimana dalam rekaman itu juga terdengar jelas bila pimpinan Puskesmas bawa kampung memberhentikan Rizky dan temannya itu atas perintah seseorang.

“Ini adalah perintah dari Bunda,” ucap dr. Indra dalam rekaman telepon yang ditunjukkan orang tua Rizky.

Ketika dikonfirmasi, dr. Indra membenarkan perihal rekaman tersebut, tetapi ada salah kaprah dalam pengertiannya

“Maksud saya, itu ada informasi dari Bunda Y bahwa yang bersangkutan itu berpihak ke salah satu calon saat Pilkada kemarin. Padahal, saya sudah mengatakan dengan jelas bahwa kita tidak boleh berpihak kepada salah satu calon kada,” terangnya.

“Alasan terbesar kami memberikan skorsing juga karena ada rencana pemecahan wilayah yang sangat berpengaruh terhadap keuangan. Jadi, mau tidak mau akan diadakan pengurangan,” lanjutnya.(wk1/mlo)

Pos terkait