Kembangkan Minat Baca Warga, Kepala Kampung Negeri Agung Bangun Taman Baca

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kata-kata yang menyatakan buku adalah jendela dunia benar-benar dirasakan oleh Kepala Kampung Negeri Agung dan oleh sebab itu untuk mengejar ketertinggalan dan merancang pembangunan desanya di masa yang akan datang, Tyas Chintia Pratiwi membangun sebuah perpustakaan mini untuk warganya, dengan memanfaatkan Dana Desa.

“Sesuai dengan motto pembangunan.yang digaungkan oleh Bapak Bupati Waykanan Hi. Raden Adipati Surya, S.H., M.M., semua pembangunan yang menggunakan dana dana desa di Kampung Negeri Agung kami rasakan dengan mengutamakan asas manfaat yakni pembangunan yang dilihat sejauh mana kemanfaatannya bagi orang banyak bukan bagi segelintir orang atau kelompok orang saja dan taman bacaan (perpustakaan mini ini), manfaatnya sangat besar sekali bagi masyarakat selain dapat menambah ilmu pengetahuan di perpustakaan mini ini anak-anak bisa belajar dengan tenang karena mereka juga dapat memilih buku-buku yang mereka kehendaki di sini,” ujar Kepala Kampung Negeri Agung tersebut.

Bacaan Lainnya

Tyas membeberkan, tujuan pembangunan taman baca ini agar masyarakat dan anak-anak sadar akan manfaat membaca, dan untuk mencapai tujuannya, Tyas telah memfasilitasi taman bacaan yang ia bangun itu sedemikian rupa, agar menarik dan dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

Menurutnya, Taman baca merupakan sebuah wadah atau tempat yang menyediakan bahan bacaan yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai tempat penyelenggaraan pembinaan kemampuan membaca dan belajar.

Selain itu, Taman baca juga merupakan tempat yang digunakan mendapatkan informasi bagi masyarakat, khususnya yang bersumber dari bahan pustaka yang merupakan semua jenis bahan bacaan dalam berbagai bentuk, baik untuk anak-anak dan dewasa.

“Taman Baca ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan budaya baca warga, apalagi di masa pandemi ini masyarakat sangat terkungkung, saya berharap perpustakaan mini ini dapat menjadi hiburan alternatif bagi warga saya khususnya para pelajar, tentunya dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan, di mana semua yang akan menggunakan fasilitas ini diharuskan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak dan bahkan di depan taman bacaan ini kami siapkan tempat mencuci tangan,” tutur Tyas.

Taman baca itu sendiri dibangun di tempat yang sangat strategis juga terlihat unik dan inspiratif sehingga sangat dimungkinkan peranannya sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama, berperan sebagai wadah untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca, dan budaya membaca, melalui penyedia berbagai bahan bacaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan warga setempat dapat terwujud.(wk1/mlo)


Pos terkait