Kemenag Pesbar Imbau Warga Hindari Nikah Siri

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) kembali mengimbau dan mengingatkan masyarakat di Negeri Para Sai Batin dan Ulama itu untuk tidak melakukan pernikahan secara siri.

Kasi Bimas Islam, Irhamsyah, S.Th.I, M.H.I., mendampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesbar, Hi.Yulizar Andri, S.T, M.Ag., mengatakan tata cara pernikahan sudah diatur dalam Undang-Undang No.16/2019 tentang perubahan atas Undang-Undang No.1/1974 tentang perkawinan. Sehingga, diimbau jika ada warga yang hendak melakukan pernikahan agar disampaikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kecamatan masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Selain itu juga bisa disampaikan melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Untuk itu jangan sampai ada yang menikah secara siri,” katanya, Senin (15/3).

Dijelaskannya, pernikahan harus dilaksanakan dengan tata cara yang telah diatur secara hukum. Sebab, meski secara norma agama nikah siri itu sah. Tapi, secara hukum tidak sah, sebab tidak tercatat di KUA. Untuk itu, diharapkan kepada warga yang akan melakukan pernikahan agar benar-benar tercatat di KUA, artinya tidak dilakukan secara siri. Terlebih pernikahan siri tentu akan banyak dampaknya terhadap warga yang melakukannya.

“Kita mengingatkan kepada warga agar dalam melaksanakan pernikahan dapat dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Masih kata dia, selain tidak melakukan pernikahan secara siri, pihaknya juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pernikahan terhadap anak yang belum cukup usia (pernikahan dini). Kondisi itu tentunya juga akan sangat berdampak bagi anak itu sendiri. Sehingga untuk mengantisipasi pernikahan anak yang belum cukup usia itu tentu dibutuhkan adanya peran aktif semua pihak baik yang ada di lingkungan keluarga, masyarakat maupun lainnya. Karena dikhawatirkan dengan adanya pernikahan anak belum cukup usia itu juga akan memicu terjadinya pernikahan siri.

“Sedangkan untuk di Pesbar sejauh ini berdasarkan pantauan Kemenag setempat bahwa masyarakat sudah semakin sadar dan pentingnya mencatatkan pernikahannya di KUA, sehingga tidak ada peristiwa pernikahan yang tidak tercatat di KUA,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait