Kemenristek BRIN/ASTPI Berkunjung ke Kabupaten Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kemenristek BRIN/Asosiasi Science dan Tecno Park Indonesia (ASTPI) berkunjung ke Kabupaten Lambar untuk melakukan audiensi dengan Pemkab Lambar, Jumat (9/4). 

Kunjungan Direktur STP Kemenristek/Ketua Umum Asosiasi STP Indonesia/Kepala Divisi Pengembangan STP Universitas Padjadjaran DR. Lukito Hasta, Sekjen Asosiasi STP Indonesia/Konsultan World Bank Bidang Komersialisasi Iptek-2020 Ir. Gopa Kusworo, M.Eng, serta DR. Agus Eko Tjahyono dari B2TPBPP Teknologi Lampung tersebut diterima langsung Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus, serta didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wasisno Sembiring, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mulyono, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan Sekretaris di Ruang Rapat Pesagi Setdakab Lambar. 

Bacaan Lainnya


“Semoga diskusi ini dapat menjadi langkah implementasi yang menjadi harapan dan keinginan kita dalam mendukung kebijakan baru,” ujar Bupati Lambar Parosil Mabsus. 

Program yang sudah dilakukan membutuhkan jejaring baru, pertama terkait sekolah kopi. Sekolah kopi memang sudah dibangun, namun kondisi fasilitasnya belum sepenuhnya lengkap. 

“Secara perencanaan, Pemkab Lambar mempunyai komitmen serius dalam pengelolaan sekolah kopi dari hulu hingga hilir,” kata Pakcik—sapaan Parosil Mabsus

Pakcik mengatakan, Lambar ini terdiri dari 15 kecamatan 131 pekon dan 5 kelurahan. Potensi unggulannya kopi, 70% masyarakat di Kabupaten Lambar sebagai petani. Lambar juga mempunyai potensi yang tak kalah dari segi hortikulturanya. 

“Tak kalah penting saat ini kita sedang menyeimbangkan pariwisata, daerah kita sebenarnya potensi pariwisatanya luar biasa,” tegasnya.

Lambar memiliki Kawah Nirwana di Kecamatan Suoh, dan kawah seperti yang ada di Lampung Barat ini hanya ada dua di dunia yang satunya di Amerika Serikat. Namun, lokasi kawah yang ada di Lampung Barat ini masuk ke daerah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sehingga kita sedikit sulit dalam segi pengelolaannya. 

“Tetapi kita sudah mengajukan permintaan ke pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius dalam pengelolaan kawah tersebut. Sebelum membuat sekolah kopi, sebenarnya kita akan membuat seperti Geopark Suoh, tetapi karena kondisinya masih di TNBBS, sehingga kita memfokuskan ke pengelolaan sekolah kopi,” imbuhnya.

Pakcik mengucapkan terimakasih atas kepedulian dan perhatiannya kepada tim ASTPI yang telah berkunjung ke Lampung Barat. 

“Semoga diskusi ini menghasilkan kemajuan untuk masyarakat Lambar,” pungkas dia. (lus/mlo)




Pos terkait