Kepala KPHL II Liwa Tak Tahu Ada Program Bang Pesona

  • Whatsapp
Ilustrasi Bibit Durian

Medialampung.co.id – Ada apa sesungguhnya dengan Program Perhutanan Sosial Nusantara (Bang Pesona) yang disalurkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kepada Kelompok Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Pasalnya Kepala Sesatuan Pengelola Hutan Liwa (KPHL) II Liwa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Hasan Basri, S.Sos., tidak mengetahui terkait program tersebut.

Sebagaimana dijelaskan Hasan Basri, pihaknya tidak mengetahui jika di wilayah kerja KPHL II Liwa telah digulirkan program Bang Pesona. “Saya sendiri terkejut dan baru tau jika selama ini ada program  Bang Pesona yang disalurkan ke KUPS register 44-B, dan 45-B,” terangnya.

Bacaan Lainnya



Diakui Hasan, dirinya baru mengetahui tentang program tersebut melalui media, terkait informasi yang mengindikasikan jika program itu bermasalah dalam sistem pengelolaan bantuannya. Sehingga atas dasar itu pihaknya langsung memanggil petugas terkait di lapangan untuk menanyakan tentang program tersebut.

“Petugas saya di lapangan menyebutkan dalam realisasinya program Bang Pesona berupa bantuan senilai Rp50 juta tersebut penyalurannya langsung antara penerima manfaat dengan Kementerian Kehutanan sehingga wajar jika saya tidak tau dan tidak diberitahukan,” katanya.

Karena penasaran tentang permasalahan yang ada, pihaknya pun mendalami sistem penyaluran bantuan tersebut. Dan setelah mengetahui ia tekankan kepada petugas di lapangan untuk tidak melakukan kegiatan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) apalagi mengarah ke pelanggaran.

Seperti dalam pencairan dua kali termin, yakni tahap pertama 60 persen dan sisanya ditahap kedua. Maka apa yang masuk dalam usulan KUPS peran petugas hanya mengontrol.

Dirinya juga menyebutkan akan melakukan peninajauan di lapangan untuk melihat langsung seperti apa realisasinya.

Sementara terkait penebangan pohon (ilegal logging) dalam Hutan Kemasyarakatan (HKm) Rukun Lestari register 44B, Selingkutilir, Pekon Sindangpagar, Kecamatan Sumberjaya, disebutkannya dari pengecekan dipangan, penebangan itu terjadi akibat ketidak sengajaan, yakni tertebangnya empat batang pohon dalam kawasan HKm setempat dekat kebun warga.

Sehingga atas segala pertimbangan sanksi yang diberikan hanya berupa kewajiban penanaman kembali. “Masalah penebangan itu karena kelalaian warga atas nama Aslimin, yang mana dirinya melakukan penebangan pohon di lahannya yang tidak masuk HKm. Namun karena tidak dia tidak mengawasi langsung proses penebangannya, hingga terjadi kebablasan,” kilah dia.(ius/mlo)



Pos terkait