Kepala SDN 1 Beringin Raya Minta Maaf Soal Sumbangan Perpisahan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepala SDN 1 Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung Ermintati membatalkan permintaan uang sumbangan perpisahan guru yang pensiun serta pembelian seragam muslim.

“Saya atas nama kepala sekolah pribadi dan para guru SDN 1 Beringin Raya mohon maaf atas kejadian permintaan uang perpisahan dan rencana pembelian seragam muslim di tempat kami. Permintaan maaf ini juga bukan hanya kepada para wali murid tapi seluruh stakeholder pendidikan di Kota Bandarlampung,” saat dikonfirmasi, Kamis (17/6).

Keseriusan Ermintati untuk menarik rencana pembelian baju seragam muslim dan uang perpisahan itu dengan membuat surat tertulis tentang klarifikasi surat edaran sumbangan perpisahan dan pakaian seragam.

“Surat pembatalan itu kami kirimkan ke seluruh wali murid dari kelas I sampai kelas VI sejumlah 800 lebih intinya dalam surat tersebut kami membatalkan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan,” kata Ermintati yang tidak lama lagi purna tugas.

“Selain itu niat kami soal baju muslim adalah untuk penyeragaman para siswa didik untuk kegiatan rutin keagamaan yang diselenggarakan setiap jumat pagi yang sudah berjalan 5 tahun sesuai arahan walikota terdahulu tujuannya untuk meningkatkan iman dan taqwa para anak didik,” tambahnya.

Dia membenarkan penarikan uang guna pembelian cinderamata, pada saat perpisahan guru yang telah memasuki masa purnabakti atau pensiun.

“Pungutan uang perpisahan, itu memang benar, karena yang mau perpisahan itu saya sendiri, memang betul,” paparnya.

Meski demikian, Ermintati menyebutkan belum menerima pungutan sebesar Rp25 ribu tersebut.

“Belum memungut apapun, belum ada yang setor satu pun. Belum ada yang diterima oleh wali kelas,” sebutnya.

Karena, pembayaran uang perpisahan itu, dijadwalkan saat pembagian raport, pada 27 hingga 19 Juni mendatang.

“Satu pun belum ada yang bayar, belum ada yang masuk,” ujarnya.

Selain itu, untuk kewajiban pembelian pakaian muslim bagi murid kelas 1 hingga 6, hal tersebut guna penyeragaman siswa saat pengajian setiap Jumat.

Di tempat terpisah salah seorang wali murid Dedi Damhudi (40) mengatakan  kejadian ini pelajaran yang sangat mahal bagi seluruh sekolah.

“Sebagai sesama permintaan maaf  itu kita sambut dengan baik. Ini pelajaran bagi seluruh sekolah bukan hanya SDN 1 Beringin Raya saja tapi se-Lampung untuk mempunyai empati kepada kami (wali murid) di tengah masa pandemi ini,” jelas ayah tiga putri itu.

Menurutnya permintaan seragam muslim itu baik karena untuk penyeragaman anak-anak tapi sayangnya waktunya tidak tepat.

“Tunggu sampai pandemi ini berakhir ekonomi para orang tua membaik saya setuju agar anak-anak yang ikut pengajian itu seragam jadi bagus,” tandasnya.(jim/mlo)




Pos terkait