Keresahan Ojol Lampung, Seharian Hanya Bawa Pulang Rp40 Ribu

  • Whatsapp
Puluhan driver ojek online terkatung-katung menunggu orderan di bawah flyover depan Mall Bumikedaton Bandarlampung yang kian sepi.

Medialampung.co.id – Ekonomi lesu akibat wabah virus corona (Covid-19) juga dirasakan ojek online (Ojol) di Bandarlampung. 

Kebijakan pemerintah agar bekerja atau belajar di rumah sementara waktu otomatis berimbas menyusutnya jumlah calon penumpang ojol.

Bacaan Lainnya



Ahmad Yani, seorang pengendara ojol asal Bandarlampung. Setiap harinya ia berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB dan pulang pukul 22.00 WIB.

“Kadang dari pagi sampai tengah malam, cuma dapat tujuh sampai 10 penumpang. Demikian juga pengiriman atau pengambilan paket, sepi. Apalagi Go Food (pesan makanan), jarang sekali,” kata Ahmadyani.

Sejak status darurat corona, ia mengaku rata-rata hanya membawa pulang uang Rp50 sampai 70 ribu per hari. Itu belum dipotong untuk makan dan isi bensin.

“Kadang yang dibawa pulang ke rumah cuma Rp40 ribu, bahkan kurang, belum untuk perawatan motor,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Supri. Menurutnya, kondisi sepi penumpang terjadi sejak kabar pandemi ini merebak di media massa dan media sosial. Ia berharap pandemi ini bisa segera ditangani, apalagi akan menghadapi bulan Ramadhan.

“Kalau dulu lumayan bisa lebih dari Rp100 ribu sehari. Sekarang mau dapat delapan penumpang saja sehari susahnya minta ampun, padahal keluar pagi sampai malam,” jelas Supri.

Tambahnya, harapannya pemerintah bisa memberikan solusi keadaan saat ini khususnya driver ojol.

Untuk pengendara ojol yang memiliki cicilan pembayaran minta ditangguhkan penundaan pembayaran sesuai penyampaian presiden. Dan semoga Covid-19 ini segera berlalu. (ded/mlo)



Pos terkait