Kerjasama Dengan WWF dan YABI, Dispar Akan Bentuk Tiga Desa Wisata

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Pariwisata (Dispar), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), bekerjasama dengan Yayasan Badak Indonesia (Yabi) dan World Wide Fund for Nature (WWF) terkait pembentukan desa wisata di kabupaten setempat.

Pembentukan desa wisata yang bekerjasama dengan WWF dan Yabi itu, akan menyasar pekon-pekon yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya

Kadispar Pesbar, Drs. Gunawan, M.Si., mengatakan Dispar bersama WWF dan Yanbi telah menetapkan tiga pekon yang akan dijadikan sebagai desa wisata di kabupaten setempat yang terdapat di tiga kecamatan.

“Sudah ada tiga pekon yang ditetapkan sebagai desa wisata, yakni Pekon Penengahan Kecamatan Karyapenggawa, Pekon Pakunegara Kecamatan Pesisir Selatan dan Pekon Pemerihan, Kecamatan Bangkunat,” kata dia.

Dijelaskannya, ketiga pekon itu berbatasan langsung dengan kawasan TNBBS, sehingga untuk mewujudkan daerah konservasi maka masyarakat di tiga pekon itu digandeng untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.

“Salah satu cara melaksanakan konservasi pada kawasan TNBBS itu, masyarakat di tiga pekon itu diajak untuk mengelola kawasan hutan menjadi daerah wisata,” jelasnya.

Ditambahkannya, dalam melaksanakan pembentukan desa wisata itu, Tim dari WWF & Yabi akan memfasilitasi dan membimbing pembuatan Rencana Strategi (Renstra) desa wisata hijau jangka panjang selama tiga tahun.

“Tim dari WF dan Yabi itu siap memfasilitasi dan membimbing pembentukan desa wisata itu, sehingga kedepan bisa berjalan dan menjadi salah satu destinasi wisata pilihan wisatawan selain menikmati pantai di kabupaten ini,” terangnya.

Selain itu, tim WF dan Yabi juga sudah melaksanakan pemetaan dan sosialisasi kepada masyarakat di tiga pekon tersebut terkait rencana pembentukan desa wisata itu.

“Tim dari WWF dan Yabi juga sudah turun langsung kelapangan dan melaksanakan sosialisasi ke masyarakat terkait rencana pembentukan desa wisata itu, sehingga kedepan kita tinggal melanjutkannya lagi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pembentukan desa wisata pada taig pekon itu dapat berjalan dengan lancar, sehingga dapat menyajikan destinasi wisata baru di Kabupaten Pesbar.

“Selama ini wisatawan tahunya wisata di kabupaten ini adalah wisata pantai, dengan adanya ekowisata yang bekerjasama dengan masyarakat, tentu akan menjadi pilihan destinasi wisata bagi wisatawan,” pungkasnya. (ygi/d1n/mlo)




Pos terkait