Kerugian Akibat Konflik Gajah di Suoh Capai Rp342 Juta

  • Whatsapp
Ilustrasi kawanan gajah liar

Medialampung.co.id – Konflik gajah dan manusia yang terjadi di Talang Lokasi, Talang Rejo dan Talang Batu Ampar, Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Lampung Barat menyebabkan hingga Rp342 juta, dari 26 rumah/gubuk yang dilaporkan rusak, 15 diantaranya rusak berat dan 11 lainnya rusak ringan, dengan kerugian mulai Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Camat Suoh Mandala Harto, SIP., mengungkapkan, dari total 26 rumah yang dilaporkan rusak, rinciannya di Talang Lokasi ada 13 rumah, kemudian di Talang Rejo ada 12 rumah serta di Talang Batu Ampar ada satu rumah. Kondisi tempat tinggal warga tersebut mengalami kerusakan bahkan ada beberapa yang porak-poranda akibat amukan kawanan gajah, yang mengharuskan mereka mengungsi hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

”Alhamdulillah meskipun tempat tinggal mereka dirusak kawanan gajah namun tidak ada korban jiwa. Pasca kejadian kami langsung menginventarisir kerugian untuk kami laporkan kepada bapak bupati melalui dinas terkait,” ungkap Mandala.

Kerugian masyarakat tidak hanya sebatas tempat tinggal yang dirusak kawanan gajah, menurut Mandala, tanaman milik masyarakat yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan juga dirusak, seperti kebun pisang, padi gogo, kopi dan tanaman pinang.

”Tanaman dirusak dan diacak-acak oleh kawanan gajah, sehingga tidak lagi bisa menjadi sumber penghasilan tambahan masyarakat, mirisnya ada tanaman padi yang menjadi harapan masyarakat dengan luas 1,5 Hektar tidak luput dari pengrusakan kawanan gajah,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat yang menjadi korban konflik gajah tersebut masih mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti menumpang sementara di rumah sanak saudara, dan tentunya mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, khususnya untuk perbaikan tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos Lambar Syafaruddin, S.Pd, M.Pd.I., mengungkapkan, laporan terkait dengan kerugian yang dialami oleh masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti dengan merekomendasikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

”Tentunya pemerintah daerah akan berupaya untuk melakukan pemulihan pasca konflik terjadi, nantinya kami akan rekomendasikan ke BPKD, semoga kondisi keuangan daerah memungkinkan sehingga masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bantuan untuk perbaikan tempat tinggal atau bantuan lainnya, namun yang jelas untuk sementara ini kami sudah menyalurkan bantuan berupa buffer stock,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait