Kerusakan Jembatan Gantung di Pekon Bumiagung Segera Diperbaiki 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Pekon Bumiagung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat akan bangun jembatan gantung sepanjang 45 meter dengan lebar dua meter sebagai akses jalan usaha tani. Itu dilakukan lantaran kondisi lantai jembatan yang sebelumnya terbuat dari papan telah lapuk, sehingga dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan warga yang setiap harinya melintas jembatan tersebut.

“Jembatan ini dilewati pejalan kaki dan juga sepeda motor, saat ini kondisinya sudah lapuk, sehingga membahayakan pengguna jalan, untuk itu akan kita perbaiki dengan melakukan rekondisi bahan jembatan yang tadinya terbuat dari kayu akan kita buat dari besi plat sehingga lebih kokoh,” ujar peratin Bumi Agung Marwan. 

Bacaan Lainnya



Ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun belakang ini akses jembatan itu belum ada perbaikan meskipun sebelumnya warga berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Namun, melihat kondisinya dan belum ada tindak lanjut, maka pihaknya akhirnya mengambil langkah untuk mengambil langkah perbaikan. 

“Memang kondisinya sudah sangat layak diperbaiki, karena selain sudah rapuh ada beberapa lantai yang sudah terlepas dari baut sehingga sangat membahayakan pengguna jalan,” kata dia.

Terlebih, lanjutnya, jembatan gantung itu merupakan satu-satunya akses utama penghubung pemukiman warga dengan lahan perkebunan di Pemangku IV sehingga meski kondisinya sangat membahayakan namun masyarakat tetap menggunakan akses jembatan tersebut karena tidak adanya jalur alternatif lain. 

“Sejauh ini dengan dalam persiapan material, mudah-mudahan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar sehingga pembangunan selesai tepat waktu dan masyarakat dapat segera menikmati akses yang lebih baik untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan di wilayah itu,” harapnya.

Selain jembatan, pihaknya akan membangun akses jalan produksi sepanjang 110 meter di pemangku I, sebab jalan usaha tani merupakan sarana pendukung untuk mempermudah mobilitas petani dalam mengembangkan potensi yang ada. Meskipun, bukan hanya akses jalan yang menjadi sarana petani, tapi hal itulah yang paling dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian maupun perkebunan yang ada.

“Kita tahu infrastruktur sangat berperan besar untuk pergerakan perekonomian. Jadi kalau fungsi jalan tidak maksimal, maka pengembangan pertanian dan perkebunan bakal berjalan lamban jadi berdampak pula pada lemahnya ekonomi pekon, untuk itu salah satu fokus kami dalam program dana desa adalah menuntaskan infrastruktur,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait