Kesulitan Air, 70 Hektar Sawah Tadah Hujan Tak Digarap 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Akibat kesulitan mendapat pasokan air, sebanyak 70 Hektar (Ha) lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat terpaksa tak digarap petani.

Sehingga untuk mendukung agar lahan itu tetap produktif, masyarakat di tiga pekon yaitu Pekon Lombok, Sukabanjar dan Sukamaju berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan bantuan bibit tanaman Hortikultura atau Palawija.

Bacaan Lainnya



Kepala Balai Pelaksana Penyuluhan (BPP) Pertanian selaku fasilitator petani di kecamatan setempat, Mat Thamrin menuturkan, dari ratusan hektar areal persawahan di wilayah itu, ada 70 hektar lahan yang tak tergarap oleh petani lantaran kesulitan mendapat pasokan air. Agar tidak mubazir, masyarakat berharap Pemkab Lambar dapat mengalokasikan bantuan bibit agar lahan itu tetap produktif.

“70 Hektar lahan yang tak tergarap tersebut tersebar di tiga pekon dengan rincian pekon Lombok sebanyak 50 Hektar, pekon Sukabanjar sebanyak 10 Hektar dan Pekon Sukamaju sebanyak 10 hektar. Kami sudah usulkan ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, besar harapan masyarakat usulan bantuan untuk mendapatkan bantuan bibit seperti kacang tanah, jagung, bawang merah, atau yang lain itu bisa terealisasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya.lahan sawah tadah hujan merupakan salah satu sektor penghasil pangan terbesar kedua setelah lahan sawah irigasi. Namun Sesuai namanya, lahan sawah tadah hujan memiliki keterbatasan ketersediaan air dan mengandalkan air hujan sebagai sumber air.

“Karena Lahan sawah ini bergantung pada cuaca jadi sangat berisiko terkena kekeringan. Jadi kondisi itu, banyak petani tidak ingin mengambil resiko kerugian dan namun sebagian yang mampu mereka memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam palawija atau hortikultura, namun bagi mereka yang tak punya cukup modal lebih memilih tidak menggarap lahannya,” kata dia. 

Menanggapi usulan tersebut, Kepala DTPH Lambar Yedi Ruhyadi merespon positif apa yang menjadi harapan petani di wilayah setempat sehingga pihaknya segera menindaklanjuti dengan meneruskan usulan itu ke Dinas TPH Provinsi Lampung. 

“Segera kami usulkan ke pemprov, mudah-mudahan ada programnya dan kita mendapat alokasi untuk membantu petani dalam rangka menyokong peningkatan produktivitas pangan di Lambar,” pungkas dia.(edi/mlo)



Pos terkait