Ketua DPRD Lamteng dan Surono Danu Racik Desinfektan Alami

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menyikapi mewabahnya virus corona (Covid-19), Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono didampingi Mbah Surono Danu membuat obat herbal dan desinfektan alami untuk menangkal Covid-19.

Pembuatannya memanfaatkan rempah-rempah yang merupakan kekayaan alam Indonesia.

Bacaan Lainnya



“Saya bersama rekan-rekan lainnya mencoba untuk memerangi virus corona. Ini dengan memanfaatkan rempah-rempah dan nabati yang banyak kita dapati di sekitar lingkungan kita. Mudah-mudahan formulasi ini dapat bermanfaat nantinya untuk masyarakat luas,” kata Sumarsono di Kebun Edukasi, Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lamteng, Selasa (23/3).

Membuat desinfektan alami, kata Sumarsono, bahan bakunya dari bawang merah, jahe, temu putih, kunyit putih, daun sirih, daun keladi tikus, brotowali, dan beberapa rempah-rempah lainnya.

“Cairan desinfektan dari rebusan rempah-rempah ini akan disaring dan dikemas. Selanjutnya akan disemprotkan ke sejumlah lokasi massal dengan takaran 1:16 liter,” katanya.

Minuman obat herbalnya, kata Sumarsono, mencoba meramu buah mengkudu, temulawak, jahe, asap cair, adas manis, gula batu, rumput mutiara, dan beberapa campuran nabati lainnya.

“Kita akan coba produksi itu supaya masyarakat merasa tenang di tengah kepanikan,” ungkapnya.

Sedangkan Mbah Surono Danu yang merupakan penemu bibit padi unggul Sertani mengatakan negara besar dan kaya seperti Indonesia seharusnya dapat cepat serta tepat menyikapi penyebaran virus corona.

“Kondisi genting seperti saat ini, stop perdebatan atau upaya pencitraan untuk muncul seolah-olah pahlawan kesiangan. Rakyat ini perlu solusi! Supaya tenang, tidak panik dan merasa ketakutan luar biasa menghadapi pandemi Covid-19. Apa yang dilakukan Sumarsono hari ini sama sekali bukan bentuk pencitraan atau berlagak menjadi pahlawan kesiangan. Ini caranya menyampaikan kepedulian kepada masyarakat dan memang wajib diapresiasi,” tegasnya.

Mbah Surono Danu melanjutkan, kearifan lokal yang dimiliki Indonesia harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Kalau kita mau, pasti kita bisa. Termasuk ketika kita mau untuk melakukan perlawanan terhadap virus corona ini. Nenek moyang kita sudah mewariskan obat-obatan herbal yang terbukti ampuh untuk melawan penyakit, termasuk penyakit parah sekalipun. Namun, obat-obatan alami itu kalah dengan industri farmasi yang cenderung kapitalis. Sampai hari ini ada keuntungan yang dijanjikan dari berjualan obat farmasi pabrikasi itu,” tegasnya. (rls/sya/mlo)



Pos terkait