Ketua DPRD Lamteng Nilai Distribusi Pupuk Tidak Transparan

  • Whatsapp
ilustrasi

Medialampung.co.id – Masalah pupuk selalu menjadi persoalan yang dikeluhkan petani, khususnya di Lampung Tengah.

Kebutuhan pupuk diajukan Poktan dan Gapoktan sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) sehingga terkesan distribusinya tertutup.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Lamteng Sumarsono menyatakan kebutuhan pupuk diajukan sesuai RDKK. “Kebutuhan pupuk sesuai pengajuan RDKK. Pengajuannya harus sesuai musim tanam yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Menjadi masalah, kata Sumarsono, jika jadwal tanam belum ada dalam daftar lahan sudah diolah. “Jadi masalah jadwal tanamnya belum ada dalam daftar, ada air petani sudah melakukan penanaman. Pupuk belum terdistribusi, petani sudah membutuhkan. Kita akan urai dimana masalahnya,” ujarnya.

Sumarsono menegaskan, distribusi pupuk selama ini dilakukan secara tertutup. “Pupuk ini distribusinya secara tertutup melalui Poktan dan Gapoktan dengan pengajuan RDKK. Perlu didalami, bagaimana jika petani yang tak masuk dalam Poktan atau Gapoktan jika membutuhkan pupuk? Mekanismenya seperti apa? Apakah jumlah pupuk sesuai hamparan lahan pertanian atau sesuai jumlah petani. Kita akan dalami ini,” ungkapnya. (sya/mlo)


Pos terkait