Ketua Komisi I : Secara Prinsip Kita Satu Pemikiran dengan Demonstran

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Aksi mahasiswa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di di depan kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Lampung berlanjut hingga sore ini, Jumat (9/10).

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi I Yozi Rizal mengatakan secara prinsip, pemikiran para wakil rakyat sama dengan keinginan massa aksi.

Bacaan Lainnya



“Secara prinsip kita satu pemikiran. Sama dengan massa demonstran itu. Rancangan undang-undang itu memang tidak layak diberlakukan,” ungkapnya saat diwawancarai para awak media.

“Maka itu, kami siap menerima perwakilan massa untuk audiensi, tapi sepertinya kawan-kawan (maasa) berharap ketua DPRD Lampung langsung yang menerima, nah ketua kan gak ada, kami sendiri tidak bisa menghadirkan ketua,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan ketidakhadiran gubernur dan ketua DPRD kemarin.

“Andai kemarin itu ada gubernur dan bersama ketua DPRD untuk menemui, lalu membuat pernyataan yang menyejukan, kemudian mengakomodir aspirasi itu dan menyampaikan ke pemerintah pusat, saya kira tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas wakil rakyat dari Fraksi Demokrat ini.

Karena apabila keinginan sudah terpenuhi lalu melakukan aksi vandalisme atau merusak.

“Saya yakin adik-adik kita kemarin itu orang baik, terbukti mereka datang kesini berlelah-lelah, berpanas-panasan, dan menahan lapar untuk menyuarakan aspirasi orang banyak,” paparnya.

Hari ini karena tidak semua orang sadar akan sisi buruk dari Omnibus Law itu, andai orang sadar, petani-petani sadar mereka terancam dengan diberlakukannya undang undang ini, saya kira perlawanan lebih masif lagi. 

“Makanya kita aspirasi adik-adik ini untuk berperan, menunjukan eksistensinya sebagai agen perubahan,” tutupnya. 

Sekadar diketahui, aksi demonstran menolak UU cipta kerja juga dilakukan di Tugu Adipura gabungan mahasiswa dari kampus swasta dan negeri di Lampung. (ded/mlo)



Pos terkait