Ketua LIN Sambangi Keluarga Republik Indonesia Merdeka di Momen HUT RI

Medialampung.co.id – Di momentum perayaan kemerdekaan HUT RI Ke-76, Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Jhon Eddy Fentus Tuwul menyambangi kediaman tiga anak bersaudara yang viral di Desa Karangsari, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan karena memiliki nama yang mengandung arti sangat nasionalisme.

Ketiga bersaudara tersebut anak dari pasangan Asep Sutiyo (46) dan Sri Rundayani (45).

Bacaan Lainnya


Ketiga anak tersebut mempunyai panggilan Republik, Indonesia dan Merdeka. Nama lengkap anak tersebut Indonesia Maya Alsyiana (16), Merdeka Oktrinaya Husna (10), dan Republik Ilham Samudra (3).

Meskipun mempunyai keunikan namun nama tersebut membuat bangga buat Asep selaku orangtua. Dimana pemberian nama ini karena sebagai bentuk kecintaan terhadap Bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Jhon Edi Fentus Tuwul selaku ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Investigasi Negara (LIN) mengatakan bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga anak bangsa itu. 

“Sangat luar biasa sekali, dan saya sangat bangga dengan ketiga ananda kita ini. Sudah sangat jelas mereka ini sangat mencintai Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya. 

Jhon juga sangat berharap kepada pemerintah daerah, provinsi serta pemerintah pusat agar memberikan perhatian khusus bagi ketiga anak-anak di negeri ini, mengenai pendidikan serta dalam kehidupan sehari-harinya. 

“Pastinya Bangsa Indonesia yang kita cintai ini sangat bangga karena adanya nama anak-anak seperti Republik, Indonesia, Merdeka,” harapnya 

Kepada awak media Asep selaku ayah kandung menuturkan, kecintaan terhadap negara dengan memberikan nama ketiga putra dan putri nya Republik Indonesia Merdeka berawal diri nya merantau ke Jakarta sebagai Marketing buah buahan, dua tahun sesudah kejadian demonstran besar besaran pada 13-16 Mei 1998.

Lanjutnya karena dirinya seorang marketing yang dituntut bekerja keliling di wilayah Jakarta, sering melihat di beberapa titik sisa-sisa pembakaran demonstrasi.

Dari hal itu, kata Asep, dirinya merasa prihatin terhadap negara, bertepatan pada saat itu Istri sedang hamil di Lampung, pada proses persalinan memberikan nama anak pertamanya Indonesia. 

Sempat pada saat pemberian nama dilarang pihak bidan Desa akan tetapi dari beberapa alasan kecintaannya terhadap negara diperbolehkan pihak bidan desa. 

Asep berharap ketiga anaknya Republik Indonesia Merdeka entah kapan waktunya dapat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia di Istana merdeka.(wji/mlo)


Pos terkait