Kisruh di Tubuh DPRD Bandarlampung, 28 Aleg Kembalikan Undangan Paripurna

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka HUT Kota Bandarlampung Ke-339 tahun 2021, pemerintah beserta seluruh anggota DPRD setempat mengadakan rapat paripurna istimewa, di ruang sidang DPRD Kota setempat, Kamis (17/6).

Setelah menyanyikan lagu wajib, anggota DPRD Bandarlampung dari Fraksi NasDem, Sudibyo Putra, mewakili 28 anggota lainya dengan lantang menyampaikan untuk mengembalikan undangan HUT Paripurna yang ditandatangani Ketua DPRD Bandarampung Wiyadi.

Bacaan Lainnya

Pengembalian undangan sidang paripurna itu diwakili anggota Fraksi Gerindra, Ilham Alawi kepada Ketua DPRD Wiyadi yang duduk bersebelahan dengan Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana.

“Bahwa kami 28 anggota DPRD hadir di sini bukan karena ketua DPRD maupun pimpinan DPRD Kota Bandarlampung. Tetapi Kami hadir disini adalah sebuah tuntutan melaksanakan tugas sebagai anggota DPRD,” katanya.

“Oleh sebab itu kami siap bersedia di tempat ini dengan hikmat menjalankan proses HUT Bandarlampung sampai dengan selesai. Kemudian kami kembalikan undangan yang ditandatangani oleh ketua pimpinan DPRD Bandarlampung Wiyadi,” tegasnya.

Di akhir interupsinya, Ia mengucapkan, selamat HUT Bandarlampung semoga di bawah kepemimpinan Walikota Eva Dwiana, semakin maju, bertakwa berpendidikan, serta sehat sejahtera untuk masyarakat Bandarlampung.

Sudibyo Putra mengatakan, pihaknya meminta pimpinan Wiyadi itu dievaluasi sudah hampir dua mingguan bergeraknya.

“Tapi pimpinan menganggap bahwa ini bukan persoalan. Selaku pimpinan yang baik ketika ada kriuk-kriuk persoalan, sebaiknya melakukan konsolidasi. Jangan merasa diri paling benar, ini yang menjadi persoalan,” kata Sudibyo.

“Persoalan itu pasti ada. Tetapi selaku pimpinan harus mampu menyelesaikan, bukan justru lari dari persoalan. Itu yang kita lihat,” timpalnya.

Oleh karena itu, sampai kapanpun, selagi pihaknya belum direspon oleh Wiyadi selaku pimpinan dewan, maka gerakan pihaknya akan terus berjalan.

“Tetapi gerakan kami ini tidak merugikan rakyat dan kita tidak mengganggu pembangunan Pemerintahan Kota Bandarlampung. Karena ini adalah jelas persoalan internal antara anggota serta pimpinan di dewan,” terangnya.

Artinya dalam hal ini tidak ada soal atau urusannya dengan koalisi. Namun ini merupakan untuk kepentingan dewan ke depan.

“Karena bagaimana kita memikirkan rakyat kalau kita sendiri pun masih ada persoalan yang tidak mampu diselesaikan,” terangnya.

Menurutnya, persoalan di internal dewan itu juga seharusnya mampu diselesaikan oleh Badan Kehormatan (BK) dewan, namun sampai saat ini BK tidak ada upaya.

“Kita juga kecewa dengan BK. Sebagai badan hakim daripada DPRD ketika ada persoalan maka BK adalah hakim dan polisi di DPR. Tetapi yang kita ragukan bahwa ketika hakim sudah memihak salah satu pihak, maka kehormatan hakim itu akan hilang. Semenjak persoalan ini mencuat tidak ada komunikasi,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi, ketika hendak dimintai keterangan perihal pengembalian 28 undangan Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Bandarlampung tersebut, langsung cepat-cepat pergi menghindari wartawan dan memasuki mobilnya.(jim/mlo)




Pos terkait