KKI Jadi Nara Sumber Pelatihan Organisasi Kepemudaan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turut berpartisipasi sebagai narasumber pada kegiatan pelatihan organisasi kepemudaan yang digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lambar di Wisma Sindalapai, Minggu (3/10-19).

Materi yang berjudul pembangunan kepemudaan disampaikan oleh Drs. Sandarsyah yang juga Wakil Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Kabupaten Lambar. Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 50 orang peserta yang berasal dari organisasi siswa pecinta alam. Adapun pesertanya adalah Sispala Green SMAN 1 Sumberjaya, Sispala Kamala SMAN 1 Air Hitam, dan Sispala Rmba Hijau SMAN 1 Way Tenong, Sispala Cakrawala SMKN1 Way Tenong, Sispala Gespa SMKN 1 Liwa, dan Paspala SMAN 2 Liwa.

Bacaan Lainnya



Dalam materinya, Sandarsyah mengatakan bahwa secara nasional berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 jumlah remaja mencapai 64 juta atau 27,6 persen dari total penduduk sebesar 237.641.326 jiwa. Sedangkan jumlah remaja yang ada di Provinsi Lampung berjumlah 2.198.759 (26,58%) dari jumlah penduduk 7.932.132 jiwa. “Dengan jumlah remaja yang cukup banyak ini, tentu mempunyai nilai yang strategis dan penting bagi pembangunan bangsa kedepan. Karena masa depan negara dan bangsa tentu tergantung dari para pemuda ini,” ungkap Sandarsyah,

Lanjut dia, untuk masa depan bangsa dan negara yang mencerahkan tentu tidak hanya dibutuhkan jumlah pemuda yang besar, tapi juga harus disertai juga kualitas yang bagus para pemudanya. Tantangan kedepan adalah dalam rangka menghadapi Sustainable Development Goals, (SDGs), Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Bonus Demografi, dan Revolusi Industri 4.0. Indonesia memerlukan pemuda yang mempunyai komptensi dan berkarakter. “Pilar-pilar karakter yang dimaksud adalah Kejujuran, tanggungjawab, amanah, rasa hormat, dan keberanian. Selanjutnya pilar yang lain adalah adil, tekun, setia kawan, serta Integritas, dan kebangsaan.

Disamping itu, menurut dia, para pemuda dapat mempedomani dengan baik isu-isu tentang Triad kesehatan reproduksi remaja yaitu, untuk menghindari Pergaulan bebas, Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya), Penyaki Menular Seksual (PMS) dan HIV-AIDs, serta Pernikahan dini.

“Dengan demikian diharapkan akan lahir Gererasi yang Berencana (GenRe) yang akan menjadi generasi emas yang ditandai dengan, menikah secara terencana, aktif dalam kehidupan masyarakat, dalam kehidupan sehari-harinya mempunyai pola hidup sehat, mengenyam pendidikan setinggi mungkin, dan mendapatkan pekerjaan yang kompetitif,” pungkas Sandarsyah. (lus/mlo)



Pos terkait