KNPI bersama BEM Unila, UBL dan Polinela Nyatakan Sikap pada Pilkada Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – DPD KNPI bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila, UBL, dan Polinela menyatakan sikap pada Pilkada Kota Bandarlampung yang yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang yang termuat dalam surat yang dirilis pada Jumat (4/12). 

DPD KNPI Kota Bandarlampung meminta agar seluruh pihak terutama pemuda untuk mengawal dan mensukseskan pesta demokrasi pada 9 Desember 2020 mendatang, sehingga pilkada bisa berjalan dengan bersih, damai dan sehat bebas dari Covid-19. 

Bacaan Lainnya


KNPI juga menghimbau kepada masyarakat agar disiplin dalam menerapkan protokol Kesehatan saat melaksanakan pemilihan di TPS demi keselamatan dirinya dan orang lain. 

Penyelenggara pilkada, baik KPU dan Bawaslu Kota Bandarlampung juga dituntut untuk tegas dan disiplin menjalankan protokol Kesehatan pada pilkada 9 Desember mendatang.

Selain itu, KNPI Kota Bandarlampung dan elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Executive Mahasiswa meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk berkomitmen mencegah dan menindak tegas oknum yang terbukti melakukan politik uang, baik pemberi dan penerima sesuai dengan peraturan-undangan.

DPD KNPI Kota Bandarlampung Bersama BEM Unila, UBL, Polinela akan melakukan edukasi politik kepada masyarakat yang mengkampanyekan Disiplin Covid 19 dan melawan politik Uang.

“Kita Mahasiswa tetap konsisten menjadi garda terdepan untuk menciptakan pilkada yang sehat. Sehat dari covid dan politik uang. Mahasiswa akan mengawal hingga bisa mewujudkan pilkada yang bebas dari politik uang dan Covid,” kata Irfan Fauzi dari BEM Unila dalam konferensi pers dengan media massa.

Selanjutnya, dari perwakilan BEM UBL, Afat Fadly menegaskan jika mahasiswa meminta agar terciptanya pilkada yang benar-benar sehat, karena mahasiswa adalah sosial kontrol bagi pemerintah yang menyelenggarakan Pilkada serentak ini. 

Sementara Ketua KNPI Kota Bandarlampung Iqbal Ardiansyah menjelaskan bagaimana KNPI kota dengan KPU dan Bawaslu berkoordinasi untuk mengawal dalam pilkada 9 Desember nanti.karena bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menerima atau memberi dari salah satu paslon dengan iming-iming uang. 

“Kami akan memberikan reward kepada siapa saja yang bisa mendapat salah satu paslon bermain dengan politik uang dan bila terjadi kita meminta kepada pihak bawaslu untuk segera dibawa ke ranah hukum,” tegas iqbal. 

Hadir dalam acara konferensi pers dari masing-masing perwakilan BEM yaitu Irfan Fauzi dari BEM Unila, Afat Fadly dari BEM UBL dan juga perwakilan BEM KBM Polinela Afriandi Selamatullah.(*/mlo)




Pos terkait