KONI Lambar – Pengkab Rakor Program di 2019

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Barat, menggelar buka bersama sekaligus rapat koordinasi (Rakor) berkaitan program KONI di tahun 2019, bersama jajaram pengurus dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga di kabupaten setempat, yang digelar di Sari Rasa Cafe n’ Resto, Rabu (22/5).

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lambar Ronggur L. Tobing, S.IP., mengatakan, banyak hal yang harus dibahas bersama, membahas kemana arah prestasi olahraga di Lambar.

Bacaan Lainnya



“Satu hal dalam setiap pembahasan baik di eksekutif maupun di legislatif, selalu yang menjadi pertanyaan berapa jumlah target prestasi di bidang olahraga,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada pihak KONI dan Pengkab untuk menginventalisir atlet-atlet berprestasi di Lambar, untuk dilakukan pembinaam secara berkelanjutan.

“Kedepan kita ada event liga sepakbola, finalnya pada September mendatang, dan liga itu digelar dari tingkat kecamatan atau zona. Karena itu harus kita rancang bersama, satu minggu setelah lebaran kita duduk bersama, karena pelaksanaannya paling tidak memakan waktu tiga bulan, dan ini akan menjadi event besar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Lambar Iwan Setiawan, S.E, M.M., mengatakan, ada rencana Lambar sebagai kabupaten tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2021 mendatang, namun hingga kini belum ada jawaban dari provinsi.

“Bulan lalu, KONI sudah berkoordinasi ke provinsi dan belum ada jawaban yang pasti, untuk masalah Porprov. Sehingga itu akan dilakukan koordinasi kembali,” ujarnya, seraya menambahkan beberapa Cabor beberapa waktu lalu, telah berhasil mengharumkan nama Lambar di kancah nasional dan Sumbagsel, dengan membawa pulang medali.

Sementara itu Ketua Bidang Audit Internal KONI Lambar Padang Prio Utomo, S.H., menambahkan, berkaitan dengan rencana Lambar sebagai tuan rumah Porprov tahun 2021, masih ada beberapa fasilitas yang belum tersedia, dan ini akan dikoordinasikan lagi ke provinsi apakah itu menjadi suatu keharusan atau tidak.

“Namun diharapakan kedepan, untuk lebih improfisasi, untuk pmbinaan olahraga, dan ini harus ada solusi dan jalan keluar yang bisa pecahkan bersama- sama, baik untuk pembiayaan maupaun pembinaan atlet kita. Karena jika mengandalkan pembiayaan KONI akan sangat sulit, meskipun sebenarnya ada anggaran yang sudah disiapkan oleh KONI,” kata dia .

Ia berharap kepada Pemkab dan pengurus yang ada, menyampaikan program kerja kepada KONI secepat mungkin, sehingga KONI bisa menghitung berapa kebutuhan untuk kegiatan yang akan diselenggaran Pemkab.

“Dana yang dialokasikan untuk event belum pasti bisa menampung semua atau tidak, karena itu ketika memang semua mengusulkam kegiatan, dan anggaran tidak memungkinkan maka tentunya KONI akan mengambil sikap skala perioritas,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait