Kontrol PTM di SMAN 1 Sumberjaya, Tiga Pilar Rapid Test Siswa dan Guru 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tiga Pilar TNI, Polri dan Kesehatan, yakni Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melaksanakan Rapid Test Antigen kepada dewan guru dan siswa SMA Negeri 1 Sumberjaya, Senin (15/11).

Kegiatan itu merupakan upaya antisipasi sekaligus pengontrolan terhadap kondisi penyebaran Covid-19 semasa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilaksanakan sejak Agustus. 

Bacaan Lainnya

Dimana dalam kegiatan itu petugas terkait melakukan rapid test secara acak kepada beberapa dewan guru dan dua siswa dari setiap kelas belajar. 

Kepala UPT Puskesmas Sumberjaya Subianto, S.KM., menyebutkan upaya pengecekan melalui rapid test itu akan dilangsungkan secara merata di semua satuan pendidikan, sehingga kondisi Covid-19 betul-betul dapat dikontrol.

Disebutkan Subianto walaupun sekarang ini kondisi Covid-19 terus membaik dan tidak adanya warga yang terkonfirmasi virus corona. Tapi bukan berarti masyarakat harus terlena, apalagi sampai lengah dan beranggapan setelah divaksin tidak adanya Covid-19.

Melainkan justru harus terus waspada, dengan mentaati protokol kesehatan (prokes) terutama di tempat keramaian, pasar, sekolah, lokasi acara pesta (nayuh) dan lainnya untuk mencegah terjadinya lonjakan baru. 

“Meskipun kita sudah divaksin bukan berarti tidak bisa terserang Covid-19, melainkan vaksin adalah upaya meningkatkan kekebalan tubuh, dan walaupun terserang gejalanya tidak seberat belum divaksin, artinya prokes masih harus dilaksanakan,” ajaknya. 

Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ahmad Irfan, S.Pd, mewakili Kepala SMAN 1 Sumberjaya Satarudin, M.Pd., menyampaikan kegiatan rapid test antigen di sekolah tersebut hasilnya cukup baik, semua yang berkesempatan di rapid negatif.

Dengan hasil baik ini tentunya menjadi modal SMAN 1 Sumberjaya melaksanakan Pendidikan Tatap Muka (PTM) penuh. 

“Persiapan menghadapi PTM penuh di SMAN 1 Sumberjaya, diantaranya telah melaksanakan program vaksinasi tahap satu dan tahap 2, kepada hampir 100% siswa dan guru,” bebernya. 

Pihaknya berharap sekolah itu dapat menjalankan PTM Penuh, karena dengan pendidikan secara online (daring) sangat berbeda hasilnya dengan belajar langsung.

Sementara Kepala SMAN 1 Sumberjaya Sataruddin, M.Pd., semua dewan guru dan siswa, sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19, walaupun ada beberapa siswa yang tidak bisa di vaksin akibat memiliki penyakit bawaan (komorbid). 

Dan atas kondisi yang terus membaik pihaknya berharap dalam waktu dekat setidaknya mulai tahun baru 2022, PTM Penuh dapat dilaksanakan.(r1n/mlo)

Pos terkait