Kopi Robusta Asal Batuketulis dan Belalau Raih Juara Lomba Cita Rasa Kopi Lampung 2020

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Petani kopi asal kabupaten Lampung Barat  berhasil meraih juara pada penilaian lanjutan apresiasi kopi robusta II tahun 2020 yang diselenggarakan di Koperasi Fine Robusta Bandar Lampung tahun 2020.

Seperti diketahui,  pada bulan Oktober lalu tujuh sampel kopi dari tujuh petani kopi asal Lambar, berhasil masuk dalam 10 Besar Top Honey Proses, dan sepuluh besar natural proses apresiasi kopi robusta II tahun 2020 yang dilanjutkan dengan penilaian lanjutan pada Sabtu (21/11).

Bacaan Lainnya


Diketahui pada proses penilaian lanjutan tersebut, sample kopi  milik Kasyanto petani dari Pekon Batukebayan Kecamatan Batuketulis meraih juara I Robusta Natural Proses, serta sampel kopi milik Rahmat Rengky Putra petani kopi dari Pekon Bedudu Kecamatan Belalau meraih juara III robusta proses honey.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Agustanto Basmar  menyampaikan apresiasinya kepada petani kopi Lambar yang telah mengikuti lomba cita rasa kopi Lampung. Ini menjadi bahan pembelajaran untuk semua petani dalam rangka meningkatkan mutu  kopi di Lambar.

”Saya berharap dengan petani kopi yang sebelumnya masuk 10 besar tersebut akan menjadi motivasi bagi petani kopi di Lambar untuk terus meningkatkan mutu, yang tentunya diawali dari proses petik merah, proses pengeringan hingga penggilingan yang baik,” ujarnya.

Dikatakan Agustanto, melalui pembinaan yang terus menerus dilakukan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat kami yakin Korola akan mampu berbicara di tingkat nasional dan internasional.

”Korola ditanam di wilayah Lambar dengan kondisi geografis dan iklim yang spesifik  menimbulkan aroma dan citarasa khas  kopi robusta. Ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kopi,” ujarnya.

Untuk diketahui, petani Lambar yang masuk dalam Top 10 Honey Proses dan mendapatkan apresiasi kopi robusta II tahun 2020, yakni Repqi Albana dan Rahmat Rengki Putra dari Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Risdiantoni dari Pekon Sinarjaya Kecamatan Airhitam dan Nana Permana dari Pekon Tribudisyukur Kecamatan Gedungsurian.  

Sementara untuk penerima apresiasi petani kopi robusta II  yang masuk dalam Top 10 Natural Proses yakni Kasyanto petani asal Pekon Batukebayan Kecamatan Batuketulis, dan Tri Manto Widarto petani dari Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, dan Bejo Nugroho dari Pekon Tambakjaya Kecamatan Waytenong. Dengan masuk Top 10 Honey Proses dan Top 10 Natural proses pada penilaian  atas sampel yang dikirimkan sebelumnya kepada pihak panitia, maka selanjutnya mereka berhak untuk mengikuti proses penilaian lanjutan.

Untuk  petani yang meraih juara  berhak mengikuti lelang terhadap sample kopi  yang diserahkan kepada panitia, dengan harga mencapai Rp120 ribu per kilogram. (nop/mlo)



Pos terkait