Koramil 422-03/Pesisir Tengah Ikuti Sosialisasi Aplikasi Silacak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Koramil 422-03/Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mengikuti sosialisasi penerapan aplikasi Silacak (Sistem Informasi Pelacakan) atau tracer digital  aplikasi milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Kegiatan yang digelar melalui video conference (vicon) di Makoramil setempat itu diikuti seluruh Babinsa dan jajaran Koramil Pesisir Tengah, Senin (2/8).

Danramil 422-03/Pesisir Tengah, Kapten Inf.Asyadi, mengatakan sosialisasi aplikasi Silacak itu bertujuan untuk mencari dan memantau masyarakat yang kontak erat dengan warga lain yang terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dengan menggunakan aplikasi itu akan mempermudah  menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga cepat mendapat penanganan.

“Kegiatan ini merupakan suatu ilmu yang harus diterima oleh para Babinsa, karena seorang Babinsa dituntut untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap agar para Babinsa yang mengikuti sosialisasi itu dapat memahami dan mengerti apa yang menjadi tekanan Komando tersebut, sehingga dapat diterapkan di wilayah binaannya masing-masing.Pasalnya,  sosialisasi aplikasi Silacak itu untuk membekali para Babinsa yang terjun lansung di lapangan.

“Sehingga bisa lebih mudah dan cepat untuk menelusuri kasus terkonfirmasi bagi perorangan yang telah melakukan kontak erat dengan pasien,” kata dia.

Dikatakannya, peranan para Babinsa di lapangan dalam membatasi penyebaran Covid-19 itu merupakan kerjasama dengan stakeholder, dan pihak-pihak terkait lainnya. Kedepan, dirinya berharap dalam mengantisipasi penyebaran dan penanggulangan wabah Covid-19 dapat dimaksimalkan.

“Salah satunya dengan penerapan aplikasi Silacak sesuai dengan yang disampaikan dalam sosialisasi itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam penerapan aplikasi Silacak seperti pelaksanaan tracing terhadap warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19 itu bisa dilakukan dengan turun langsung kelapangan ataupun tracing secara digital dalam hal ini melalui telepon (daring). Karena itu, jika dalam kondisi penularan sudah meluas di komunitas, maka intervensi yang lebih ketat dengan membatasi mobilitas masyarakat secara signifikan.

Tapi, hal itu perlu dilakukan penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), dalam penerapan testing, perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan, dengan ketentuan yang ada. Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tentu pihaknya juga berharap agar Pemkab Pesbar bisa melakukan kegiatan rapid test massal.

“Sehingga penyebaran Covid-19 di Pesbar bisa diketahui secara detail, serta dapat dikendalikan secara massal,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait