KPH Pastikan Bangunan SDN 28 Krui Masuk Hutan Lindung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), memastikan pembangunan gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) dan gedung Perpustakan SDN 28 Krui, yang ada di Pekon Pagar Bukit Kecamatan Bangkunat, masuk dalam kawasan Hutan Lindung (HL).

Kepala UPTD KPH Pesbar, Dadang Trianahadi, S.P, M.M., mengatakan bahwa setelah menerima informasi bangunan SDN 28 Krui yang diduga masuk kawasan hutan lindung di Pekon Pagar Bukit tersebut, pihaknya juga telah menurunkan tim patroli untuk melakukan pengecekan lokasi maupun titik koordinat pembangunan SDN 28 Krui tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tim patroli dari KPH Pesbar kini telah selesai melakukan pengecekan ke lokasi, dan hari ini juga sudah diketahui hasilnya bahwa pembangunan gedung SDN 28 Krui yang ada di Pekon Pagar Bukit itu dipastikan masuk dalam kawasan hutan lindung,” katanya, Senin (20/9).

Dijelaskannya, dari hasil monitoring itu maka selanjutnya KPH Pesbar akan segera berkoordinasi dan menyampaikan ke Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung, serta berkoordinasi ke Pemkab Pesbar terkait adanya pembangunan gedung SDN 28 Krui tersebut yang berada di dalam kawasan hutan lindung. Menurut dia, KPH Pesbar juga tetap akan menunggu arahan dari Dishut Provinsi Lampung, karena KPH tidak sebagai pengambil keputusan.

“Dengan adanya pembangunan gedung SDN 28 Krui yang masuk dalam kawasan hutan lindung itu jelas kami kecolongan, karena sejauh ini belum pernah ada koordinasi dari Pemkab setempat,” jelasnya.

Masih kata dia, KPH Pesbar juga masih akan terus mendalami adanya bangunan gedung SDN 28 Krui yang masuk kawasan hutan lindung tersebut, termasuk mendalami mengenai material bangunan yang digunakan khususnya material kayu. Artinya, material kayu yang digunakan untuk pembangunan gedung sekolah itu apakah memang ada indikasi berasal dari dalam kawasan hutan lindung atau tidak.

“Terkait dengan material kayu yang digunakan itu juga masih akan kita dalami, karena harus ada pembuktian dengan melakukan pelacakan, serta bukti-bukti tunggul kayu sesuai dengan yang ada di lokasi SDN 28 Krui tersebut,” tandasnya.(yan/mlo)


Pos terkait