Kreatif, Pakde Solihun Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Mobil

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kreativitas zaman serba modern sekarang ini sudah jarang kita jumpai. Ya, Solihun (55), warga Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, membuat kreativitas memanfaatkan limbah kayu menjadi miniatur mobil di tengah pandemi Covid-19.

Ketika ditemui di tempat kerjanya di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Pakde –sapaan akrab Solihun– sedang mengerjakan pembuatan miniatur mobil truk. Tampak sekitar enam remaja yang membantunya. “Lagi menyelesaikan pesanan pembuatan miniatur mobil, Mas. Bahannya dari limbah kayu,” katanya saat disapa.

Bacaan Lainnya

Sambil berbincang-bincang, Pakde menuturkan membuat miniatur mobil ini baru semingguan ini dimulai. “Baru semingguan ini dimulai lagi. Ada pesanan untuk dikirim ke Rawajitu dan Wayabung, Tulangbawang. Saya dulu pernah buat di sana, makanya baru di Tuba tempat pemasarannya,” ujarnya.

Sebelum membuat miniatur mobil, Pakde menyatakan membuat variasi atau karoseri mobil truk. “Saya belajar membuat miniatur mobil ini otodidak. Kalau dulu buat variasi atau karoseri truk. Tapi sekarang coba-coba buat miniatur truk, bus, dan mobil tangki,” ungkapnya.

Dalam seminggu, kata Pakde, bisa menyelesaikan 24 unit miniatur. “Dua lusin lah seminggu. Finishing yang agak lama,” katanya.

Terkait omzet, kata Pakde, pernah selama tiga bulan dapat Rp24 juta. “Kalau tiga bulan sebelum tahun baru pernah dapat Rp24 juta. Sekarang ini ya bisa sekitar Rp9 jutaan per bulan. Bergantung pesanan. Kalau ngecer satu unit miniatur mobil Rp110.000. Kalau lusinan satu unit diberi harga Rp80.000. Untungnya nggak banyak. Saya juga ajak pemuda-pemuda di sini supaya punya kerjaan. Ini kegiatan positif daripada ke hal negatif,” ungkapnya.

Kepada pemerintah daerah, kata Pakde, dirinya tentu punya harapan. “Ya, kalau bisa pemerintah daerah bisa membantu peralatan dan pemasarannya. Saya siap memberdayakan pemuda-pemuda di sini yang mau berkreativitas,” katanya.

Ditanya kreativitas apalagi yang dimiliki, Pakde menyatakan dirinya bisa melukis. “Saya ini lulusan SPG tahun 1984. Tapi nasib saja tidak jadi guru. Padahal banyak teman-teman saya jadi guru semua. Saya pernah belajar ngelukis. Saya juga masih bisa melukis. Tapi ya malu sekarang dengan umur. Kalau dulu kan ngelukis kebanyakan gambar porno. Saya juga pernah bekerja sebagai variasi mobil dan di bengkel,” ungkapnya. (sya/mlo)


Pos terkait