KRL Jadi Tujuan Pelancong Dari Luar Daerah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Momen libur tahun baru 2020 menjadikan Kebun Raya Liwa (KRL) di Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat, yang merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Bumi Beguai Jejama Sai Betik tersebut dipadati ribuan pengunjung. Para pengunjung tidak hanya dari sejumlah daerah di Lampung, melainkan banyak pengunjung yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, Jakarta hingga Pulau Jawa.

Nurwantoro, salah seorang pengunjung yang berasal dari Bengkulu mengungkapkan, ia bersama keluarga sudah dua kali mengunjungi KRL, setelah sebelumnya ia bersama rombongan keluarga menikmati keindahan alam yang ada di KRL pada libur lebaran hari raya idul fitri lalu.

Bacaan Lainnya



”Ini sudah kali kedua mas, saya bersama keluarga ke KRL, waktu itu lebaran kami kesini. KRL ini cukup indah, dan meskipun masih dalam tahap pembangunan namun panorama alam yang ditawarkan sudah membuat kami rindu untuk kembali kesini,” ungkap Nurwantoro.

Sementara Puryoto wisatawan dari Kabupaten Tulangbawang mengaku mengetahui keindahan KRL  melalui media sosial (Medsos). Ia sengaja memboyong keluarga untuk berkunjung, sekaligus liburan tahun baru di Lambar khususnya di KRL.

”Kemajuan Lampung Barat cukup pesat, saya pernah tinggal di Liwa dan KRL ini belum ada, saya tahu dari Medsos, jadi libur tahun baru saya bersama keluarga datang ke sini untuk berlibur,” kata Puryoto.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KRL Sukimin mengatakan, untuk jumlah kunjungan diperkirakan mencapai 8.000 orang, selain karena keberadaan KRL berada di pusat kota Liwa, juga Lambar sebagai jalur perlintasan bagi wisatawan yang hendak menuju beberapa lokasi wisata lainnya sehingga banyak wisatawan yang sengaja mampir terlebih dahulu di KRL sebelum atau sesudah berwisata ke Danau Ranau atau Pantai Krui.

”Tapi banyak juga wisatawan dari luar daerah bahkan luar provinsi yang memang sengaja berkunjung kesini untuk berwisata, ada dari Palembang, Bengkulu, Jakarta bahkan ada dari Semarang, belum lagi dari kabupaten/kota lainnya di Lampung banyak sekali seperti dari Bandarlampung, Tulang Bawang, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara dan Waykanan,” kata dia.

Dalam menghadapi membeludaknya jumlah kunjungan yang berpotensi terjadi kerusakan pada tanaman maupun fasilitas lainnya di KRL, pihaknya  menyiagakan sebanyak 22 orang petugas,  yang disebar di beberapa titik yang  biasanya rawan terinjak dan lainnya.

”Untuk  tarif masuk ke KRL sampai dengan saat ini belum diterapkan alias masih grartis, masyarakat bisa  masuk tanpa harus membayar dan waktu juga tidak dibatasi, sementara untuk fasilitas seperti toilet, musholla dan lainnya   kami sediakan, hanya saja untuk saat ini gazebo masih terbatas, sementara pepohonan juga banyak yang belum bisa membuat teduh,” imbuhnya.

Dilain pihak, Kapolsek Balikbukit Iptu Samsul Bahri mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyadi, S.Ik., mengatakan, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di KRL, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dengan total 20 orang anggota polisi yang diturunkan.

”Ada 20 orang anggota dari kami, belum lagi Dishub dan Satpol-PP, dan hari ini tentunya kami bertugas dengan maksimal, karena memang area parkir terbatas, sementara jumlah kendaraan mencapai ratusan. Belum lagi kami harus menjamin keamanan dan ketertiban wisatawan di dalam area KRL, namun Alhamdulillah situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (nop/lus/mlo)



Pos terkait