KTI Pekon Giham Salurkan Bantuan Warga yang Isolasi Mandiri di Kebun Kopi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepedulian dan kebersamaan yang tertanam dalam budaya warga Kabupaten Lampung Barat (Lambar) layak diapresiasi dan menjadi satu kebanggan tersendiri.

Pujian itu patut diberikan kepada sekelompok pemuda Pekon Gihamsukamaju, Kecamatan Sekincau, yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Indonesia (KTI) Pekon Giham.

Bacaan Lainnya



Diketahui beberapa waktu lalu pihak kesehatan, mengumumkan adanya warga setempat yang positif terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), inisial SMM, yang baru pulang dari pondok pesantren (ponpes) Al-Fatah yang saat ini menjalani karantina di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) bersama satu rekannya dan ponakannya usia 15 Tahun yang juga terpapar. 

Dan terkait kondisi itu, tentunya keluarga SMM diwajibkan menjalani karantina mandiri sebagaimana protap kesehatan yang ditentukan pemerintah, walaupun dari dalam rapid test pertama hasilnya non reaktif (negatif). 

Dan atas anjuran itu dua Kepala Keluarga (KK) dari keluarga SMM tersebut memilih melakukan karantina mandiri dengan mengungsi ke kebun kopi yang lokasinya di daerah Penyerangan yang masuk wilayah Kecamatan Batukulis. 

Melihat keadaan itu Karang Taruna Pekon Giham berinisiatif melakukan penggalangan dana dan hasilnya dibelikan sembako yang diserahkan ke keluarga SMM.

“Keluarga Pasien Dalam Pantauan (PDP) SMM yang saat ini mengikuti isolasi di (RSUAMU), ada dua keluarga, mereka menjalankan karantina mandiri dengan memilih mengasingkan diri di kebun kopi, dan sebagai bentuk dukungan dan perhatian semoga keadaan seperti ini segera berlalu, bantuan yang kami dapat atas sumbangan warga kami serahkan langsung ke tempat dua keluarga itu mengasingkan diri,” ungkap Ketua KTI Giham Samrun Hadi. 

Terpisah Peratin Giham Hermanto, mengapresiasi atas tindakan yang dilakukan oleh KTI setempat. Dimana pihaknya berharap keluarga SMM yang sedang menjalankan karantina dalam keadaan sehat dan hasil rapid test yang sudah diberikan dengan hasil negatif akan terus negatif sehingga masa karantina selama 14 hari berakhir, 

“Tentunya apa yang dilakukan keluarga SMM dengan menjalankan karantina seperti ini sebagai bentuk kesadaran dan keinginan agar wabah ini segera berlalu,” katanya. (rin/mlo)



Pos terkait