KUA Blambangan Umpu Berlakukan Syarat Ini Jika Ingin Gelar Pernikahan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Waykanan No.360/71/V.05-WK/2021 Tentang pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Waykanan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu, membuat surat edaran bagi semua calon pengantin dan orang tuanya dengan memberlakukan syarat pendaftaran nikah di masa pandemi.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu, Herman Fahri, STHI, MM., mengatakan bahwa, menunda pernikahan merupakan hal yang kurang baik dan bahkan bila ada masyarakat yang memang sudah mempunyai persyaratan diwajibkan untuk menikah, akan tetapi di masa pandemi corona ini, sesuai dengan pengaturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, maka semua warga yang akan menggelar pernikahan harus memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi diatas materai 6000, ketika akan mendaftar nikah di KUA.

Bacaan Lainnya

“Sebagai bentuk upaya memutus mata rantai Covid-19 ada beberapa poin yang harus dipenuhi catin yang akan mendaftar nikah di masa pandemi, adapun hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Waykanan No.360/71/V.05-WK/2021 Tentang pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Waykanan. Masyarakat diperkenankan untuk melaksanakan akad nikah di luar KUA. Meski demikian, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi calon pengantin bila ingin melangsungkan akad nikah di luar KUA,” papar Herman Fahri.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 di kabupaten Waykanan, Maka kita berlakukan syarat yang harus dipenuhi ketika mendaftarkan diri di KUA, adapun syarat itu diantaranya yakni yang pertama, pemohon akad wajib melampirkan surat pernyataan tidak akan melaksanakan resepsi dan hiburan jenis apapun yang dilampirkan pada saat membuat NA, yang kedua acara sakral hanya dapat dihadiri maksimal 10 orang dalam ruangan dan 50 orang di luar ruangan, pelaksanaan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, yang Ketiga menerapkan 3M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak atau menghindari kerumunan,” ungkap Drs. H. Darlin saat dikonfirmasi pada Kamis (28/1).

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Waykanan Anang Risgiyanto, S.Km, M.Kes., juga menegaskan tentang peraturan keramaian yang dituangkan dalam surat edaran bupati Waykanan, dimana tim gugus tugas tidak akan segan melakukan tindakan tegas bila menemukan pelanggaran dan tidak pandang bulu.

“Surat edaran Bupati itu kan sangat jelas, dimana untuk semua masyarakat yang artinya menyasar semua golongan tanpa kecuali, kalau ada pelanggaran ya kita tindak,” tegas Anang.


Pos terkait