Kuasa Hukum Pelapor Minta Polisi Usut Kasus Pemalsuan yang Menyeret Nama Ketua Yayasan Darul Qur’an

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Zeflin Erizal, S.H, MH., kuasa hukum dari Dwi Narto warga Pekon Tanjungsari Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat, selaku pelapor dugaan pemalsuan dokumen dengan yang menyeret nama Abdur Rohman yang diketahui sebagai ketua Yayasan Darul Qur’an meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar untuk mengusut tuntas perihal dugaan tersebut.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lambar tersebut mengungkapkan, sebelumnya klien-nya melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan di Polda Lampung dengan nomor polisi LP/B-670/IV/2021/LPG/SPKT tertanggal 21 April 2021.

Bacaan Lainnya

Namun karena locus delicti dan saksi-saksi berada di wilayah hukum Polres Lambar, maka laporan tersebut dilimpahkan ke Polres Lambar guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

”Kami memahami, baru saja terjadi pergantian Kasat Reskrim, sehingga mungkin belum ada perkembangan pasca pelimpahan dari Polda ke Polres Lambar tersebut, namun yang jelas pelimpahannya suda, dan kami berharap agar segera ditindaklanjuti dan diusut secara tuntas,” ungkap mantan Anggota DPRD Lambar tersebut.

Dalam perkara ini, ia didampingi tiga advokat lainnya akan mengawal hingga tuntas, dan meminta pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti. 

“Kami yang ditunjuk sebagai kuasa hukum, akan mengawal dugaan perbuatan melanggar hukum tersebut, dan kami akan kejar secara perdata dan pidana. Kami sudah melapor ke Polda Lampung terkait dengan dugaan pemalsuan tandatangan, dan kami akan melakukan upaya hukum selanjutnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Abdur Rahman selaku Ketua Yayasan Darul Qur’an, diduga melakukan pemalsuan dokumen untuk memuluskan upaya dalam mensertifikatkan lahan warga yang menjadi korban. Dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan warga tersebut bermula saat tiga orang warga atas nama Dwi Narto, Boimin dan Misran mengajukan pembuatan sertifikat Program Nasional Agraria (Prona) pada bulan Juli tahun 2020 lalu.

Saat pengukuran dilakukan oleh petugas Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ternyata lahan ketiga orang tersebut sudah dimiliki oleh atas nama Abdur Rohman selaku Ketua Yayasan Darul Qur’an seluas 1 hektar dengan pembuatan sertifikat mandiri pada tahun 2017. (nop/mlo)


Pos terkait