Kunjungi PDAM Way Rilau, Robert Rouw: Ada Kejanggalan Bisnis

Medialampung.co.id – Komisi V DPR RI Robert Rouw kunjungi infrastruktur dan transportasi di Reservoir PDAM Way Rilau Kota Bandarlampung Jl. ZA Pagar Alam Rajabasa, Kamis (27/1).

Dalam kunjungannya ke reservoir Rajabasa, Robert Rouw menanggapi permasalahan yang dialami oleh Pemerintah Kota Bandarlampung dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Bacaan Lainnya


Permasalahan-permasalahan tersebut yakni, Pemasangan sambungan rumah oleh PDAM tidak dapat berjalan sesuai rencana karena keterlambatan pemasangan dalam pembangunan jaringan perpipaan, Pada tahun ke 1 target pemasangan 14.000 sambungan rumah hanya terealisasi 4.934 (35%), tahun Ke 1 tagihan Air curah per bulan mencapai Rp. 2 Miliar dan baru terbayar Rp.500 juta, tahun ke II tagihan air curah per bulan bertambah mencapai Rp.3,6 Miliyar, dan sampai bulan Desember 2021, total tagihan air curah sebesar Rp.26.939.148,529,- baru dibayar oleh PDAM sebesar Rp.5.104.700.514,- terutang sebesar Rp.21.834.448.015.

”Proyek ini seharusnya sudah dinikmati paling tidak 60 ribu pemakai. Akan tetapi, sekarang hanya 4 ribu sekian bahkan belum sampai 5 ribu ini sangat disayangkan. Dan kami tahu persis bahwa memang banyak kemajuan, tetapi ini finalnya, finalnya ini ada masalah. Yang dimana dari bantuan pusat sudah sampai semua dengan aliran-alirannya, tapi dari bawahnya ini pipanya belum sampai ke tingkat masyarakat. Jadi, seolah-olah yang kita bangun ini tidak dirasakan masyarakat, karena ini kekurangan dana dan ada kerugian yang dialami Pemda melalui Perusahaan daerahnya,” ujar Robert Rouw.

Lanjutnya, pihaknya melihat ada kejanggalan bisnis yang perlu diperbaiki kedepannya agar tidak terjadi lagi kerugian.

“Sebenarnya hal ini seharusnya tidak terjadi kalau memang betul-betul dilakukan kerjasama secara profesional. Ini yang harus diluruskan ke depan agar tidak terjadi ini harus dievaluasi. Dan kalau memang tentang kerugian itu, sama-sama kita tangankan karena air itu adalah sumber kehidupan,” katanya.

Dalam permasalahan tersebut, pihaknya juga akan melakukan Rapat bersama Pemerintah agar dapat mendukung secepatnya Proyek Strategis Nasional supaya masyarakat Bandarlampung bisa secepatnya menikmati Air.

”Jadi kami dari komisi V kan membawa rapat ini dengan pemerintah dan kami akan mendukung agar secepatnya masyarakat Bandarlampung bisa secepatnya menikmati air,” katanya.

Sementara Walikota Bandarlampung Eva Dwiana berharap dengan adanya kunjungan Komisi V DPR RI dapat membangun kembali pembangunan yang sempat tertunda.

“Kesimpulan nya yang terbaik, mungkin kemarin miskomunikasi atau seperti apa bunda gak paham yang penting, semua segala sesuatu unek-unek dari Pemerintah Kota sudah diterima oleh DPR RI dan mudah-mudahan dari Pemerintah pusat mulai pelaksanaan pembangunan untuk penyambungan air kemasyarakatan yang kemarin tertunda,” jelas dia 

Lain lagi dengan Direktur PDAM Way Rilau Suhendar Zuber menjelaskan bahwa, akibat Pandemi Covid-19 menyebabkan Jatuhnya APBD dan Defisit anggaran berdampak terhadap Proyek Strategis Nasional.

“Pasca pandemi ini kan semua level kena, hampir semua daerah Kolep APBD nya dan juga kota kan hanya tuan rumahnya saja. Tapi masalahnya, PUPR malah mengatakan Perjanjian Kerja Sama. PDAM ini kan di hilir nah kalau tidak dibantu Pemda bagaimana mana mungkin bisa apalagi ini pasca Covid-19. Dan juga, PDAM dan pemerintah kota telah mengajukan DAK melalui kementerian Pupr sebesar 27.9 miliar namun terealisasi sebesar Rp.4,3 miliar untuk tahun 2022 hal ini sangat tidak terealisasi,” jelasnya.(*/mlo)


Pos terkait