Kunker ke Lambar, Pj Bupati Pesbar Ajak Kerjasama di Bidang Transportasi, Pariwisata dan Pengembangan Batas Wilayah

  • Whatsapp
Pj Bupati Pesbar Bambang Sumbogo beserta jajaran melakukan Kunker ke Lambar disambut langsung Bupati Hi. Parosil Mabsus di ruang Rapat Pesagi, sekretariat Pemkab setempat Kamis (8/4). - Foto Nopriadi/mlo

Medialampung.co.id – Penjabat (Pj) Bupati Pesisir Barat Bambang Sumbogo didampingi Pj Ketua TP PKK Ny. Mislaila Bambang Sumbogo, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lampung Barat, Kamis (8/4). 

Kunjungan para pejabat dari Negeri Sai Batin dan Para Ulama dipusatkan di ruang Rapat Pesagi tersebut disambut langsung oleh Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir dan para Kepala Perangkat Daerah. 

Bacaan Lainnya



Terdapat tiga poin yang dibahas dalam pertemuan itu, yakni masalah transportasi, pariwisata dan pengembangan batas wilayah. Pemkab Pesbar menginginkan dibangunnnya Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua kabupaten terkait tiga poin tersebut. 

Bambang Sumbogo mengungkapkan, Pesbar sebagai kabupaten yang berada di tengah-tengah antara Kabupaten Tanggamus, Lambar dan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, tentunya terdapat sejumlah permasalahan yang tentunya perlu ditangani secara bersama khususnya di bidang transportasi. 

“Daerah kami berada di tengah, karena itu saat ada musibah maka tentunya akan meminta bantuan dari kabupaten tetangga, baik Lambar, Tanggamus maupun Kaur,” ungkapnya. 

Kerjasama  di bidang transportasi tersebut, kata dia, diantaranya saat bencana yang terjadi mengharuskan untuk pengalihan arus kendaraan. Ia mencontohkan, ketika nantinya terjadi jalan putus pada ruas jalan Krui-Perbatasan Tanggamus, maka arus lalulintas dari Kaur tujuan Bandarlampung dan lainnya akan dialihkan melalui Lambar, begitu juga arus lalulintas dari Tanggamus akan dialihkan melalui Jalur Suoh. 

“Kerjasama ini sudah kami lakukan dengan Kabupaten Tanggamus dan Kaur, kami sudah menyatukan persepsi terkait permasalahan ini, dan tentunya kami berharap dengan Lambar juga demikian, termasuk masalah pelebaran jalan kami berharap bisa kita upayakan bersama-sama,” kata Bambang. 

Selanjutnya di bidang masalah pariwisata, pihaknya menginginkan destinasi wisata yang ada di Pesbar dan Lambar bisa terintegrasi. 

“Nantinya wisatawan yang berkunjung ke Pesbar bisa diarahkan untuk berkunjung ke Danau Ranau yang ada di Lambar, terlebih lagi Bandar Taufiq Kiemas juga kembali mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat untuk angkutan pariwisata, dengan rute Krui-Bengkulu-Radin Intan, kemudian pelayanan Damri Bengkunat-Liwa yang nantinya akan diupayakan ditingkatkan ke AC sehingga ini menjadi daya dukung pariwisata yang ada,” kata dia. 

Kemudian poin terakhir terkait dengan pengembangan batas wilayah, dimana pihaknya menginginkan kedua kabupaten sama-sama mendorong keberadaan rest area di perbatasan-perbatasan, yang nantinya akan menjadi tempat bersinggah para pengguna jalan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan keberadaan UMKM-UMKM di rest area dimaksud. 

“Karen perbatasan wilayah ini berbatasan dengan TNBBS tentunya perlu upaya bersama untuk mendorong, agar diberikan izin adanya pembangunan rest area di perbatasan wilayah,” ujar Bambang. 

Sementara Bupati Lambar Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang menurutnya telah tepat menunjuk Bambang  sebagai Pj Bupati Pesbar yang menurutnya memiliki banyak gagasan. 

Bak gayung bersambut, Parosil juga menyambut baik tawaran dibangunnya MoU terkait tiga point tersebut. Bahkan ia mengaku sejak lama menginginkan itu. 

“Apa yang sudah diutarakan bapak Pj Bupati, sudah cukup lama di benak saya, dan sudah pernah berbisik kepada bupati Pesbar, Tanggamus, karena beberapa kebutuhan harus ditangani secara bersama,” sebut Pakcik—sapaan Parosil Mabsus. 

Terkait rencana dibangunnya MoU ia sangat setuju dan menyatakan siap. Karena menurutnya Pesbar sebagai pemekaran dari Lambar tentunya harus saling mendukung. 

“Tidak ada kabupaten yang bisa berdiri sendiri tanpa ditopang kabupaten tetangga, karena itu saya sangat setuju dan menyambut baik kerjasama ini,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait