Kurangi Penggunaan Herbisida Rumput, Disbunnak Siapkan Bantuan 18 Unit Mesin

  • Whatsapp
Kabid Prasarana dan Sarana Perkebunan dan Penyuluhan Djoko Soelistijo

Medialampung.co.id – Dalam rangka membantu petani untuk mengurangi penggunaan herbisida rumput. Pemkab Lambar melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) tahun ini akan mengalokasikan bantuan mesin potong rumput sebanyak 18 unit kepada kelompok tani.

“Melalui kegiatan penyediaan alat dan mesin pertanian, tahun ini kita (Disbunnak) akan memberikan bantuan kepada kelompok tani berupa mesin potong rumput,” ujar Kabid  Prasarana dan Sarana Perkebunan dan Penyuluhan Djoko Soelistijo, S.P, M.M mendampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si.

Bacaan Lainnya



Bantuan mesin potong rumput itu, kata dia, akan dialokasikan untuk lima kecamatan yaitu Kecamatan Sumberjaya, Kecamatan Airhitam, Kecamatan Pagardewa, Kecamatan Sekincau dan Kecamatan Batuketulis.  “Per kecamatan ada tiga kelompok tani jadi ada 15 kelompok tani. Kemudian tiga kelompok lainnya berasal dari kecamatan lain serta diutamakan untuk kelompok tani yang tidak menggunakan herbisida rumput,” tegasnya seraya menambahkan bantuan mesin tersebut bersumber dari APBD tahun 2020.

Lebih jauh dia mengatakan, kelompok tani di kabupaten Lambar mulai sekarang diharapkan bisa mengurangi, bahkan tidak lagi menggunakan herbisida dalam membasmi rumput pada tanamannya. Penanganan gulma atau tanaman pengganggu, lanjut dia, disarankan kepada poktan untuk dilaksanakan secara gotong royong atau istilah petani Blenan.

Lanjut dia, saat ini sudah ada beberapa kelompok yang melaksanakan cara ini (Blenan) seperti di Kecamatan Sekincau dan Kecamatan Batubrak. “Upaya ini dilakukan sebagai bagian langkah peningkatan produktivitas dari 1 ton/hektar/tahun menjadi 2 ton/hektar/tahun. Karena salah satu penyebab turunnya produksi kopi karena penurunan kesuburan lahan sebagai akibat intensifnya penggunaan herbisida. “Dengan mengurangi penggunaan herbisida maka petani akan diuntungkan.  Ini  juga bagian dari komitmen Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi,” tutupnya. (lus/mlo)



Pos terkait