Kurangi Tingkat BABS, PT GMP Bantu Buatkan Jamban untuk 9 KK

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – PT Gunung Madu Plantations (GMP) berpartisipasi dalam Program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free. 

Sebagai wujud kepedulian, PT GMP memberikan bantuan pembuatan jamban sehat kepada sembilan kepala keluarga (KK) lima kampung di Lampung Tengah.

Bacaan Lainnya

General Affairs Manager PT GMP Asti Sri Purniyati menyatakan sementara ini sembilan KK penerima bantuan tersebar di lima kampung, yakni Terbanggi Ilir, Terbanggimulya, Buminabung Ilir, Mataram Ilir, dan Mataram Udik.

“Pemberian bantuan jamban sehat ini dilakukan sebagai wujud kepedulian PT GMP terhadap kondisi masyarakat yang berada di kampung-kampung sekitar perusahaan. Di mana sebagian besar masyarakat masuk kategori keluarga belum memiliki jamban sesuai standar kesehatan,” katanya.

Asti melanjutkan, biasanya masyarakat yang belum memiliki jamban kalau mau buang air besar menumpang di tempat tetangga atau saudaranya.

“Untuk keperluan buang air besar, warga yang belum punya jamban nebeng di rumah sanak saudara atau tetangga. Belum lagi ada warga yang hanya memiliki jamban  cemplung berupa galian tanah sedalam kurang lebih 2 meter dengan hanya dikasih palangan kayu untuk nangkring kala buang hajat. Jika telah mulai mendekati penuh, jamban cemplung itu akan ditutup dan menggali lagi di lokasi lain,” ujarnya.

Kondisi jamban yang tidak standar, kata Asti, bisa menjadi faktor penyebab penularan penyakit.

“Kalau jambannya tak standar berpotensi menularkan penyakit. Proses penularan penyakit ini dapat melalui perantara, seperti air, tanah, makanan, atau lalat. Berbagai penyakit disebabkan jamban yang buruk, antara lain, kolera, polio, dan hepatitis A,” ungkapnya.

Sanitasi lingkungan yang tidak sehat, kata Asti, juga dapat memicu stunting. “Bisa juga memicu stunting. Kondisi anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya diakibatkan asupan gizi yang kurang seimbang. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus,akan menurunkan kualitas generasi mendatang. Sekarang ini pengerjaan jamban sudah mulai berjalan,” katanya. (sya/mlo)




Pos terkait