Lagi, DPRD Lambar Terima Keluhan Soal Kerusakan Lahan Akibat Pembangunan PLTMH

  • Whatsapp
Anggota Komisi I DPRD Bahrin Ayub, S.H

Medialampung.co.id – Dampak kerusakan perkebunan yang diduga disebabkan oleh aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang dilaksanakan PT. Tiga Oregon Putra di Dusun Tabak, Pekon Balak dan Dusun Way Kuwol, Pekon Kegeringan, Kecamatan Batubrak nampaknya tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau.

Namun, hal serupa juga dikeluhkan oleh masyarakat Pekon Atarkuwau Kecamatan Batuketulis. Itu disampaikan sejumlah masyarakat di tengah agenda reses yang dilaksanakan Anggota Komisi I DPRD Bahrin Ayub, S.H di Pekon tersebut.

Bacaan Lainnya


“Jadi ada sekitar empat warga Atarkuwau yang melapor ke saya soal adanya kerusakan lahan perkebunan mereka akibat longsor dan itu terjadi akibat adanya aktivitas pembangunan PLTMH tersebut, dan kondisinya tidak jauh berbeda dengan areal perkebunan warga di Pekon Bedudu yang sebelumnya juga dikeluhkan,” kata Bahrin Ayub, Minggu (7/3)

Menindaklanjuti hal tersebut, kata dia, pihaknya berjanji akan melakukan pembahasan di tingkat Komisi I dengan mengundang perangkat daerah terkait, sebab pihaknya menilai bahwa kerusakan yang terjadi semakin meluas.

“Tentunya kita tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan, karena kita semua harus betul-betul bisa melihat mana yang lebih besar, Manfaatnya atau Mudharatnya,” tegas Bahrin.

Disisi lain, lanjut dia, pihaknya mendukung pembangunan PLTMH tersebut sepanjang akan memberikan manfaat bagi Kabupaten Lambar, salah satunya yaitu kejelasan soal apa yang akan diperoleh oleh daerah.

“Tujuannya kedepan bagaimana ini bisa memasukan income bagi pemerintah daerah, karena ini proyek swasta dan apabila pembangunan sudah selesai maka nanti akan dijual oleh pihak perusahaan ke PLN, sehingga semuanya harus jelas kebermanfaatan terutama untuk kabupaten. Dan kalau sekarang saja sudah merusak, apalagi kedepannya,” pungkasnya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga sempat mendapati laporan dan meninjau langsung kerusakan akses jalan di wilayah Wayseluang, Kecamatan Batubrak yang juga rusak akibat hilir mudiknya kendaraan berat milik PT TOP pada aktivitas pembangunan PLTMH tersebut.(edi/mlo)




Pos terkait