Lagi, Gerakan Pangan Mandiri di Pekon Kenali Tunjukan Hasil 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Untuk kedua kalinya, buah hasil dari upaya untuk mendukung ketahanan pangan melalui gerakan pangan mandiri (PM) di masa pandemi Covid-19 kembali berhasil, dimana pada Kamis (17/12) Pemerintah Pekon Kenali bersama Pemerintah Kecamatan Belalau, kabupaten Lampung barat melaksanakan panen jagung di demplot yang menjadi kebun kolektif gerakan PM di pekon setempat.

Sekcam Belalau Romuzi, S.Ip, mendampingi Camat Belalau Sri Handayani, S.H, mengatakan, kegiatan panen ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pihaknya bersama pemerintah pekon melaksanakan panen mantang dengan jumlah yang cukup banyak yaitu mencapai 200 Kilogram (kg).

Bacaan Lainnya

“Untuk kedua kalinya kebun kolektif yang menjadi demplot gerakan PM di wilayah ini sudah membantu menghasilkan komoditi pangan dan kali ini KITA panen jagung sehingga sudah bisa kita rasakan manfaatnya,” kata Romuzi.

Untuk itu, terusnya, kegiatan ini diharapkan dapat semakin mendorong partisipasi masyarakat agar dapat turut serta lahan pekarangan yang kosong untuk ditanami komoditas tanaman palawija atau umbi-umbian termasuk tanaman obat keluarga.

“Karena dengan begitu seperti harapan pak bupati setidaknya kebutuhan yang tadinya harus beli dapat dihasilkan sendiri,” harapnya. 

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa di Lampung Barat tak terkecuali di Kecamatan Belalau memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik, sehingga sangat cocok untuk bercocok tanam terlebih di tengah kondisi sulitnya ekonomi akibat wabah Virus Corona atau Covid-19.

“Kami berharap masyarakat dapat memiliki inovasi termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya melalui program yang telah diluncurkan oleh pemerintah yaitu pangan mandiri ini,” imbuhnya.

Sementara, Peratin Kenali Rustam menambahkan bahwa upaya ini diharapkan dapat terus memotivasi masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman umbi-umbian dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari atau selingan makanan pokok seperti nasi dapat diganti umbi-umbian atau jagung.

“Tentu harapan kami kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pekon akan tetapi bisa diterapkan juga oleh masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dengan menyesuaikan medianya, mulai dari polybag, pot atau barang bekas di lingkungan masing-masing, sehingga tidak semua kebutuhan sehari-hari harus membeli,” kata dia.

Terlebih, kata dia, lingkungan setempat pihaknya melihat masih banyak lahan pekarangan yang kosong sehingga dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam.(edi/mlo)




Pos terkait