Laju Kasus Covid-19 di Lambar Belum Terbendung, Dua Hari Bertambah 12 Kasus

  • Whatsapp
Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, Apt, MPH.

Medialampung.co.id – Tampaknya laju peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat belum terbendung.  Berdasarkan update Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten setempat,  terjadi penambahan 12 kasus pada Selasa-Rabu (25-26/5).

Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Bidang  Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, Apt, MPH., mengungkapkan, 12 kasus tersebut rinciannya sebanyak 11 kasus pada Selasa (25/5) kemudian satu kasus pada Rabu (26/5).

Bacaan Lainnya


”Untuk yang 11 kasus pada Sabtu itu itu rinciannya satu kasus dari Gedungsurian  hasil tracing terhadap terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya dan 10 kasus dari Pagardewa, delapan kasus hasil tracing dan dua kasus baru, untuk kasus baru itu pedagang yang sering berbelanja di pasar dan satu lainnya sempat berkumpul dengan keluarga saat lebaran,” ungkap Erna mendampingi Kepala Dinkes Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B.

Selanjutnya, untuk satu kasus yang dirilis Minggu itu berasal dari Kecamatan Suoh, dan berdasarkan hasil telusur yang dilakukan oleh petugas di lapangan, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan  dari Bandarlampung.

”Dengan bertambah 12 kasus tersebut, maka total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lambar saat ini mencapai 700 kasus, sebanyak 628 telah selesai melakukan isolasi, kemudian untuk angka kematian cukup tinggi yakni mencapai 27 kasus,” bebernya.

Dengan penambahan tersebut, pihaknya juga terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. Namun ia berharap hasil tracing tidak ditemukan adanya penambahan sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus.

”Pada intinya penerapan protokol kesehatan harus lebih diperketat, karena kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, bahkan kasus Covid-19 di Lambar masih terus bertambah, dan kami mengajak kepada semua pihak untuk sama-sama berupaya memutus mata rantai penyebarannya,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait