Lambar Dapat Jatah 4.000 Blangko KTP-el

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Awal tahun, Kabupaten Lambar mendapatkan jatah  blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebanyak 4.000 keping dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jatah blangko KTP-el sebanyak 4.000 keping itu telah kita terima, Kamis (16/1) kemarin dan sisa blangko tahun 2019 masih ada sekitar 300 keping sehingga cukup untuk melayani masyarakat yang akan mengurus KTP-el,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Adi Utama.

Bacaan Lainnya



Kata dia, sisa blangko sekitar 300 keping itu akan diutamakan untuk masyarakat yang usiannya baru memasuki 17 tahun dan untuk anak-anak yang mendaftar di perguruan tinggi. “Kalau stok blangko KTP-el cukup banyak jadi bagi warga yang mau merubah status, pindah alamat dan selama ini yang baru menerima surat keterangan (suket) sudah bisa diganti suketnya dengan KTP,” ucapnya.

Mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Pekon dan Kesra itu mengungkapkan, berdasarkan data hingga Desember tahun 2019, warga Kabupaten Lambar yang belum melakukan perekaman KTP-el sebanyak 9.003 jiwa dari jumlah wajib KTP sebanyak 228.831 jiwa. “Dari 15 kecamatan di Kabupaten Lambar, warga Kecamatan Pagardewa dan Kecamatan Sukau yang paling terbanyak belum melakukan perekaman KTP-el,” imbuhnya.

Kata dia,  sebanyak 9.003 jiwa yang belum melakukan perekaman itu, antara lain Kecamatan Pagardewa sebanyak 2.361 jiwa dari jumlah wajib KTP 14.483 jiwa, Kecamatan Sukau 2.090 jiwa dari jumlah wajib KTP 18.551 jiwa, Kecamatan Lumbokseminung 1.423 jiwa dari wajib KTP 6.623 jiwa. Kemudian, Kecamatan Batuketulis masih ada 992 jiwa yang belum melakukan perekaman dari wajib KTP 10.666 jiwa, serta Kecamatan Bandarnegeri Suoh 852 jiwa dari wajib KTP 19.930 jiwa.

Lalu, Kebuntebu 544 orang dari wajib KTP 15.255 jiwa, Kecamatan Gedungsurian 624 jiwa dari 12.671 jiwa, Kecamatan Batubrak 223 jiwa dari wajib KTP 11.255 jiwa, Kecamatan Suoh 643 jiwa dari 14.250 jiwa, Kecamatan Sumberjaya 281 jiwa dari wajib KTP sebanyak 18.060 jiwa.

Terkait masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman. Adi mengaku pihaknya akan melakukan penyisiran ke pekon pekon dengan berkoordinasi dengan peratin dan camat. “Kita khawatir warga tersebut sudah ada yang pernah melakukan perekaman di daerah asalnya, seperti warga dari Pulau Jawa merantau dan yang mencari pekerjaan di Lambar. Untuk memastikan hal itu, maka kita akan melakukan penyisiran,” tegas dia.

Pihaknya juga berharap kepada camat dan peratin untuk menghimbau warganya masing masing supaya mengurus administrasi kependudukannya, seperti KTP el, kartu keluarga, akta kelahiran dan akta pernikahan. (lus/mlo)



Pos terkait