Lambar Miliki 59 Kampung KB

  • Whatsapp
Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) M Henry Faisal, S.H, M.H.

Medialampung.co.id –  Kabupaten Lambar hingga saat ini memiliki 59 kampung keluarga berencana (KB) yang dibentuk di 59 pekon yang tersebar di sejumlah kecamatan.

”Di Kabupaten Lambar ada 131 pekon, dan dari jumlah tersebut sudah ada 59 pekon yang sudah membentuk kampung KB, dan  kedepan kita berharap setiap pekon ada kampung KB,” ujar Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) M Henry Faisal, S.H, M.H, Senin (4/5).

Bacaan Lainnya



Menurutnya, sebanyak 59 kampung KB itu, antara lain KKB Percontohan Pekon Tambakjaya Kecamatan Waytenong, KKB Kecamatan Balikbukit Pekon Sedampah Indah,  KKB Kecamatan Sumberjaya Pekon Sindangpagar, KKB Kecamatan Batubrak Pekon Tebaliokh , dan KKB Kecamatan Sukau Pekon Bandarbaru.  

“Tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas,” imbuhnya

Kampung KB menjadi program inovatif yang strategis mengejawantahkan  program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara paripurna di lapangan, serta menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat.

Dijelaskannya, pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, peran DP2KBP3A dalam meningkatkan karakter dan kualitas bangsa harus ditingkatkan dan harus ada di Kampung KB. Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis. Selain itu, kata dia, manfaat Kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan.

Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan. Manfaat lain, lanjutnya, adalah untuk membangun masyarakat berbasis keluarga, mensejahterakan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan integrasi program lintas sektor. “Untuk Kampung KB ada tugu KB, sudah ada kelompok kerja dan sudah ada musyawarah desa secara rutin. Intinya di kampung KB sudah tercipta kesadaran masyarakat untuk ber KB,” kata dia

Seraya menambahkan, kedepan aka nada program dari pemerintah pusat yaitu “Rumah Dataku” sehingga nantinya akan ada data informasi seperti jumlah akseptor dan lainnya yang berkaitan dengan KB. (lusi/mlo)



Pos terkait