Lambar Mulai Krisis Masker, Sementara Stock untuk Puskesmas Aman

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Sejak mewabahnya virus corona atau COVID-19 di China, terlebih dengan adanya dua warga Negara Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit membuat persediaan masker di sejumlah apotek dan toko obat bahkan di toko waralaba di Kabupaten Lampung Barat mulai sulit didapat.

Bahkan, meskipun tersedia harga jualnya juga meningkat tajam dimana satu masker dijual dengan harga Rp10 ribu/pcs. Tidak seperti sebelum mewabahnya virus corona yang dijual Rp30 ribu perbungkus/5pcs.

Bacaan Lainnya



”Iya mas, sekarang ini susah nyari masker, kalaupun ada dijual  Rp10 ribu per masker, itu juga saya nyari dari Pasar Liwa sampai Waymengaku ke Indomart, dan Alfamart dan nemunya di Waymengaku. Sebelum ada virus corona itu lima buah masker hanya Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ungkap Irwan salah seorang warga Kecamatan Balikbukit.

Sementara itu, Kabid Sumberdaya Kesehatan (SDK) Endiawan, ST, M.T., mendampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lambar Paijo, SKM, M.Kes., memastikan bahwa untuk stock masker untuk 15 puskesmas yang ada di kabupaten aman dan diyakini cukup hingga akhir tahun.

”Untuk stock masker sesuai rencana kebutuhan tahun 2020  itu ada sebanyak 335.100 pcs masker biasa, selain itu ada 1.180 masker untuk jenis N95, jadi kalau melihat stock yang tersedia insha allah cukup,” ungkap Endiawan.

Meskipun terjadi krisis di pasaran, ia memastikan tidak akan ada celah untuk melakukan penyalahgunaan terhadap masker yang ada di gudang stock Dinkes setempat. Mengingat stock tersebut diperuntukkan bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

”Masker tersebut didistribusikan ke puskesmas atas permintaan puskesmas, dan dikontrol oleh Kepala UPT Instalasi Farmasi Kabupaten, kemudian tercatat di kartu stock penerimaan dan pengeluaran puskesmas,” kata dia.

Ia menambahkan, tidak ada batasan maksimal  untuk setiap puskesmas, bahkan setiap tahunnya permintaan puskesmas berbeda-beda itu sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masing-masing puskesmas. (nop/mlo)



Pos terkait