Lambar Terima Bantuan 15 Ton Benih Kedelai

  • Whatsapp
Kabid Tanaman Pangan DTPH Lambar Onni Violetta Saragi

Medialampung.co.id – Kabupaten Lambar tahun ini mendapatkan bantuan benih kedelai sebanyak 15 ton untuk luas lahan 300 hektar dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Lampung. 

“Lampung Barat mendapatkan bantuan benih kedelai untuk lahan seluas 300 Hektar.  Untuk benih telah didistribusikan kepada kelompok tani dan saat ini sebagian sedang dalam proses penanaman,” ungkap Kabid Tanaman Pangan DTPH Lambar Onni Violetta Saragi mendampingi Kepala DTPH Ir. Rusdi, Kamis (1/7).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, bantuan benih kedelai sebanyak 15 ton itu dialokasikan untuk 16 Poktan/Gapoktan yang tersebar di Kecamatan Batubrak, rinciannya Pekon Balak satu kelompok yaitu Maju Makmur, dan Pekon Canggu satu kelompok yaitu Tri Tunggal Jaya. Lalu Pekon Kotabesi lima kelompok yaitu Bina Usaha Tani, Harapan Makmur, Suka Makmur, Senibung Jaya, dan Tani Jaya. L

Kemudian, Pekon Sukabumi ada enam kelompok yakni Pekon Prima Jaya, Rukun Rani, Tani Lestari, Mekar Sari, Subur Makmur  dan Karya Sejati sedangkan di Pekon Tebaliok ada tiga kelompok yang mendapatkan bantuan benih kedelai yaitu kelompok Sumber Makmur, Hanggum Mufakat dan Adil Makmur. 

Lebih jauh dia mengatakan, tanaman kedelai merupakan tanaman yang cocok ditanam oleh petani di Lambar, produksinya cukup baik dan menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi petani. Selain itu tidak perlu laham baru untuk menanam kedelai, karena sasaran dari program ini adalah petani kopi, sehingga bisa melakukan penanaman dengan cara tumpang sari. 

“Jadi petani menanam kedelai di sela-sela kebun kopi, uji coba selama ini hasilnya lumayan, bahkan petani berterimakasih karena itu menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi petani,” kata Onni. 

Disinggung kenapa hanya petani di Kecamatan Batubrak saja yang menjadi sasaran, menurutnya itu karena hanya petani dari kecamatan tersebut saja yang berminat dan siap dibuktikan dengan diterimanya usulan yang masuk. 

“Jika petani di wilayah lain yang ingin dijadikan sasaran program tersebut tentunya silahkan saja sampaikan proposal ke kami, dan akan kita usulkan ke Pemerintah Provinsi,” pungkas dia. (lus/mlo)


Pos terkait