Lambar Terima DAK Fisik Bidang Pendidikan Rp33,615 Miliar

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar Bulki Basri, S.Pd, M.M

Medialampung.co.id – Kabupaten Lambar tahun ini mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang pendidikan sebesar Rp33,615 miliar lebih.

“DAK fisik bidang pendidikan sebesar Rp33,615 miliar lebih itu rinciannya tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp23,470 miliar lebih dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp6,253 miliar lebih,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulki Basri, S.Pd, M.M, Rabu (18/8).

Bacaan Lainnya

Bulki memaparkan, DAK SD sebesar Rp23,470 miliar lebih itu dialokasikan di 82 sekolah yang tersebar di Kabupaten Lambar, dengan aitem kegiatan yaitu rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, rehabilitasi ruang perpustakaan dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, rehabilitasi toilet (jamban) dengan tingkat minimal sedang beserta sanitasinya, rehabilitasi rumah dinas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya.

“Selain itu, ada pembangunan ruang kelas baru (RKB) beserta perabotnya, pembangunan toilet beserta sanitasinya, pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya, pembangunan rumah dinas beserta perabotnya, serta pengadaan media pendidikan,” tegasnya.

Lanjut dia, sementara untuk DAK SMP sebesar Rp6,253 miliar lebih dialokasikan untuk sembilan sekolah yang tersebar di Kabupaten Lambar. Adapun kegiatannya berupa rehabilitas ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, rehabilitasi ruang tata usaha dengan kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, lalu rehabilitasi toilet (jamban) dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta sanitasinya.

Kemudian, pengadaan peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA) fisika, pengadaan peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA) biologi, serta pengadaan peralatan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). “Saat ini progres pelaksanaan di lapangan sekitar 20 persen dan diharapkan sebelum akhir tahun pengerjaanya telah selesai 100 persen, sehingga bisa dimanfaatkan oleh pihak sekolah,” pungkas dia. (lus/mlo)


Pos terkait