Lambar Terima DID Rp7,401 Miliar

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialmapung.co.id – Pemerintah pusat tahun ini akan menggelontorkan dana insentif daerah (DID) untuk Kabupaten Lambar sebesar Rp7,401 miliar lebih.

“Awalnya pemerintah pusat akan mengalokasikan DID sebesar Rp8,838 miliar lebih namun adanya wabah virus corona (Covid-19) sehingga berkurang menjadi Rp7,401 miliar lebih,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Bacaan Lainnya



Ia menjelaskan, DID sebesar Rp7,401 miliar lebih itu seluruhnya dialokasikan untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan rincian untuk  program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Rp20 juta, program pendidikan anak usia dini Rp5,8 miliar lebih, program pendidikan non formal Rp605 juta lebih, program peningkatan manajemen pelayanan pendidikan Rp201 juta lebih serta program pengelolaan kekayaan budaya Rp723 juta lebih 

Masih kata dia, untuk program peningkatan sarana dan prasarana meliputi pengadaan perlengkapan gedung kantor dan pengadaan komputer/jaringan komputer. 

Lalu program pendidikan anak usia dini (PAUD) antara lain pengadaan buku buku dan alat tulis siswa, pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa, biaya penyelenggaraan pendidikan merata (BPPM) PAUD dan pengembangan kapasitas PAUD Holistic Integratif, pengembangan sekolah digital, pengadaan mebeler sekolah serta biaya penyelenggaraan pendidikan merata (BPPM) SD/SMP.

Kemudian,  program pendidikan non formal, antara lain penyelenggaraan paket A  setara SD, penyelenggaraan paket B setara SMP dan penyelenggaraan paket C setara SMA,  belanja operasional SKB Lambar, kegiatan seleksi guru berprestasi tingkat TK/SD/SMP, dan workshop guru seni budaya.

“Untuk program peningkatan manajemen pelayanan pendidikan seperti halnya penyusunan data pokok pendidikan (Dapodik) Kabupaten Lambar, pengembangan SDM pendidikan dan kebudayaan, serta kegiatan pemberian penghargaan bagi masyarakat berprestasi,” imbuhnya.

Sementara untuk program pengelolaan kekayaan budaya yaitu pembinaan sanggar seni Lampung Barat, pelestarian rumah adat Lampung, serta pelestarian tari batin adat Lampung.

“Dari jumlah DID sebesar Rp7,401 miliar lebih itu, sudah masuk ke kas daerah sekitar Rp3 miliar,” katanya. (lus/mlo)



Pos terkait