Lampung Barat Terima Empat Anugerah STBM Award

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kabupaten Lampung Barat menerima anugerah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award, bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia, yang digelar oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan. 

Penghargaan ditujukan untuk kabupaten setempat sebagai kabupaten percepatan SBS (stop buang air besar sembarangan) penghargaan berupa piagam dan plakat, kemudian Edho Desvardha Fadilah sanitarian UPTD Puskesmas Rawat Inap Kebuntebu selaku sanitarian, Engkos Kosasih warga Pekon Tribudisyukur Kecamatan Gedungsurian dalam kategori Natural Leader terbaik dan Peratin Pekon Batukebayan Kecamatan Batuketulis Murtoyo dalam kategori Kepala Desa terbaik masing-masing menerima piagam.

Bacaan Lainnya

Setelah sebelumnya, penerimaan penghargaan secara virtual oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir, S.H., Kepala Dinkes Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., dan sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan dari Forkopimda, dan fisik empat piagam penghargaan rencananya akan diserahkan langsung oleh Gubernur Lampung dalam waktu dekat.

Wawan—sapaan Widyatmoko Kurniawan mengungkapkan, keberhasilan dalam mencapai target Open Defecation Free (ODF) dan sukses dalam pelaksanaan program STBM tidak terlepas dari peran semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan semua elemen yang terlibat termasuk pihak kepolisian dan TNI yang aktif mendukung.

Penghargaan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kemampuan  Pemkab Lambar dalam melahirkan inovasi-inovasi baru berbasis lima pilar STBM, diantaranya stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah serta pengelolaan limbah cair.

”Penghargaan STBM Berkelanjutan mewajibkan daerah mencapai 100% stop buang air besar sembarangan serta membuat inovasi kesehatan yang sifatnya memberdayakan dan bermanfaat kepada masyarakat,” kata dia.

Ia terus mengajak seluruh komponen pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membudayakan STBM demi mencegah stunting dan penyakit menular berbasis lingkungan.

”Selanjutnya diharapkan menjadi pemicu  136 pekon dan kelurahan untuk terus berinovasi dalam berbagai bentuk, untuk mewujudkan ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan suatu daerah dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat. Tentunya ini diharapkan bisa  memotivasi agar kedepannya bisa lebih baik lagi,”  ujarnya. 

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam membantu mendorong akses sanitasi yang layak dalam rangka menuju masyarakat yang sehat dan aman melalui kolaborasi program yang berkelanjutan dan pemberian reward bagi pekon yang sudah mencapai kategori ODF,” tutupnya. (nop/mlo)

Pos terkait