Lampung Kekurangan 14.619.497 Dosis Vaksin

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. dr. hj Reihana, M.Kes.

Medialampung.co.id – Terkait dengan proses vaksinasi di Provinsi Lampung Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Lampung Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes., mengatakan sasaran vaksin penduduk di Lampung sebanyak 6.645.226 orang.

Dengan dua kali vaksinasi dan 10% untuk tambahan jika belum terdaftar.

Bacaan Lainnya

“Jadi dosis yang kita perlukan untuk vaksinasi di Provinsi Lampung sejumlah 14.619.497 dosis,” ungkapnya saat memberikan keterangan di WhatsApp Group (WAG), Jumat (23/7).

Sampai saat ini Lampung baru mendapatkan distribusi vaksin dari kementerian kesehatan berjumlah 1.103.560 dosis.

“Jadi kekurangan vaksin di Lampung saat ini sejumlah 13.515.937 dosis,” terangnya.

Ia juga mengatakan jajaran Dinkes melakukan vaksinasi sesuai dengan jumlah yang diterima.

“Jadi dari sasaran sekitar 14 juta kita baru menerima 1juta artinya kita masih banyak kekurangan Vaksin,”akunya.

Namun demikian ia mengatakan Gubernur Lampung sudah bersurat kepada Menko Pen dan ditembuskan kepada menteri kesehatan, Kemudian menteri BUMN.

“Kemudian Bapak Gubernur bersurat kepada Menko Marves dan juga ditembuskan kepada menteri kesehatan dan BUMN untuk meminta percepatan distribusi vaksin agar kami juga dari dinas kesehatan baik kabupaten/kota bekerja lebih maksimal dengan harapan bisa memenuhi target tersebut,” ungkapnya.

Ia meminta meminta masyarakat sabar menunggu dan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Teruma Dengan memakai masker.

“Yang bisa menghalangi virus masuk itu adalah masker, mencuci tangan pakai sabun, kita harus menjaga jarak , kalo ada kepentingan Jangan keluar rumah dan juga membatasi aktivitas dengan Prokes insyaallah kita terhindar dari Covid-19,” jelasnya.

Ia juga meminta Kadiskes kabupaten/kota untuk langsung mendistribusikan vaksin ke tempat-tempat vaksinasi seperti di puskesmas dan tetap melayani walaupun KTP tidak berdomisili.

“Provinsi Lampung bagian dari NKRI jadi saya secara pribadi dan kepala dinas mengharapkan jika ada KTP, mungkin tidak berdomisili di tempat yang didatangi vaksinasi mohon juga diberikan vaksinnya karena semua rakyat Indonesia dan bersatu dalam NKRI,” pungkasnya. (ded/mlo)


Pos terkait