Lamteng Ajukan Revisi Usulan 3.998 ASN dan PPPK 2021

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Tengah mengajukan revisi kebutuhan guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan aparatur sipil negara (ASN) 2021 yang telah diinput di portal http://formasi.menpan.go.id.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lamteng Candra Puasati menyatakan pihaknya mengajukan usulan kebutuhan ASN dan PPPK sebanyak 3.998. “Rinciannya CPNS 196 orang dan PPPK 3.802 orang,” katanya.

Bacaan Lainnya

Untuk usulan CPNS, kata Candra, jabatan fungsional guru dan guru agama tidak ada. “Kemudian jabatan fungsional medis 124, jabatan fungsional pertanian 41, dan jabatan fungsional auditor 31,” ujarnya.

Terkait usulan PPPK, kata Candra, jabatan fungsional guru mendominasi sebanyak 3.221 orang. “Lalu jabatan fungsional guru agama 496, jabatan fungsional medis 0, jabatan fungsional penyuluh pertanian 85, dan jabatan fungsional auditor 0. Jabatan guru memang sekarang tidak ada penerimaan CPNS dan masuk usulan PPPK,” ungkapnya.

Sebelum kebijakan pengalihan penerimaan guru ke PPPK dan bukan lagi PNS, Pemkab Lamteng mengajukan usulan 1.749 yang didominasi guru. Rinciannya guru 1.555, tenaga medis 122, penyuluh pertanian 41, dan auditor 31. Usulan ini berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. 

Usulan Lamteng paling besar karena banyak PNS yang pensiun. Sekretaris BKPSDM Lamteng Rudi Aminudin  menyatakan ada 540 ASN yang pensiun 2020. “Pegawai yang pensiun ada 540. Rinciannya, sebanyak 377 guru, 124 struktural, 20 tenaga kesehatan, dan 19 fungsional lainnya,” katanya.

Kemudian untuk 2021, kata Rudi, ada 636 pegawai yang pensiun. “Ada 636 ASN yang pensiun. Rinciannya 419 guru, 159 struktural, 16 tenaga kesehatan, dan 42 fungsional lainnya,” ujarnya.

Rudi menyatakan yang mendominasi ASN pensiun adalah guru setiap tahunnya. “Memang guru yang setiap tahunnya mendominasi pensiun. Jadi pada 2020 dan 2021, kita kehilangan 796 guru. Makanya pengajuan untuk kuota CPNS ke pusat diprioritaskan guru,” ungkapnya. (sya/mlo)


Pos terkait