Lamteng Bagikan 9.825 Sembako ke Warga Berdampak Corona

  • Whatsapp
foto sya/mlo

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Tengah memberikan perhatian kepada masyarakat yang berdampak terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19. Ada 9.825 paket sembako yang sementara ini akan dibagikan.

“Sembako ini akan diberikan kepada warga yang berdampak terhadap penyebaran virus corona. Hari ini untuk warga enam kecamatan dan bertahap ke kecamatan lainnya. Totalnya sementara ini ada 9.825 paket sembako yang akan dibagikan. Tapi ini tidak tertutup karena pasti terus bertambah. Pergerakan ini terus dinamis terpengaruh dengan kondisi kedaruratan. Bantuan ini di luar KPM PKH,” katanya.

Bacaan Lainnya



Jumlah bantuan per kepala keluarga (KK), kata Loekman, sementara ini 5 kg  beras dan 15 butir telur. “Sementara 5 kg beras dan 15 butir telur. Ini tahap pertama. Bulan depan disalurkan dalam jumlah yang sama. Target sementara dua bulan. Kita lihat perkembangan situasinya bagaimana nanti. Ada juga bantuan seragam sekolah dari pusat akan diberikan kepada anak yang membutuhkan. Kita salurkan lewat kepala sekolah masing-masing,” ujarnya.

Terkait alat pelindung diri (APD) paramedis, kata Loekman, sedang dipesankan. 

“Masalah APD sedang kita pesankan karena memperoleh barang itu tak mudah. Seluruh Indonesia membutuhkan itu. APD yang dikirim kemarin tidak sesuai kualifikasi pemesanan. Itu dipulangkan lagi. Jangan jadi polemik atau opini di tengah masyarakat ada niatan kita mencelakai paramedis atau ada ASN yang bermain. Tapi, ini murni betul-betul kesalahan dari pihak ketiga. APD lainnya ada. Tapi, kita tetap butuh menjaga ketersediaan. Memang masih kurang, terutama untuk puskesmas-puskesmas. Mudah-mudahan segera datang dan didistribusikan,” ungkapnya.

Terkait informasi ada penolakan oleh petugas medis, Loekman menyatakan sebenarnya tak ada penolakan. 

“Sebenarnya tenaga medis tidak ada penolakan. Tapi, mereka menyadari pekerjaan penuh risiko. Justru masyarakat jangan malah menyudutkan atau media memberitakan yang tidak seharusnya sehingga menimbulkan kekecewaan petugas medis. Paramedis adalah pejuang-pejuang yang berperang dengan lawan yang tak terlihat,” tegasnya. (sya/mlo)



Pos terkait