Langkah Peratin Puramekar Wujudkan Perpustakaan Desa

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sepertinya sudah tersurat dan tersirat, lahirnya perpustakaan pekon (Desa) yakni Perpustakaan Puska Mandiri, Pekon Purmaker, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat, menjadi salah satu komitmen kabupaten setempat menjadi ‘Kabupaten Lampung Barat Hebat dan Sejahtera’.

Peratin Puramekar Anderi saat dikonfirmasi Medialampung.co.id, menceritakan, awal munculnya inisiatif berdirinya Perpustakaan Puska Mandiri tersebut yakni pada tahun 2018,  pihaknya terpikir dan memiliki gagasan, yakni memanfaatkan lahan kosong milik pekon untuk digunakan kegiatan yang lebih bermanfaat. 

Bacaan Lainnya

Kemudian dilakukanlah musyawarah mufakat antara pemerintah pekon dengan Lembaga Hippun Pemekonan (LHP), serta masyarakat, untuk dibangun perpustakaan. 

Lalu berlangsunglah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, yang dimenangkan oleh Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin. Dan secara ketepatan dibawah kepemimpinan keduanya melahirkan tiga komitmen untuk kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Literasi, Kabupaten Konservasi dan Kabupaten Tangguh Bencana. 

Maka sejak adanya komitmen tersebut keberadaan Perpustakaan Puska Mandiri terus dikembangkan. Dan pihak pekon setempat sengaja memfokuskan diri pada pengembangan literasi, sebab setelah didalami, di dalam literasi tersebut sudah mencakup keseluruhan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni membaca adalah jendela informasi dunia. Dengan membaca ‘kita’ jadi tau tentang apa yang ‘kita’ inginkan.

Dalam perjalanannya sendiri keberadaan Perpustakaan Puska Mandiri, mampu terus berkembang dengan adanya anggaran yang didapat dari Dana Desa. Dan support yang besar dari Pemkab Lambar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan seperti pemberian bantuan buku bacaan. Dan ide-ide kreatif lainnya. Serta dukungan yang sangat luar biasa dari Gerakan Literasi Daerah (GLD) kabupaten dan kecamatan. 

Dan saat ini keberadaan Perpustakaan Puska Mandiri Pekon Puramekar berhasil menciptakan lapangan kerja, bagi warga setempat yang belum mendapatkan pekerjaan, serta telah mampu menarik hati masyarakat di pekon itu khususnya untuk lebih gemar membaca. “Alhamdulilah saat ini Perpustakaan Puska Mandiri dikelola Empat petugas yang diberikan insentif,” sebutnya. 

Menariknya keberadaan Perpustakaan Puska Mandiri tersebut diantaranya, pengunjung datang bukan hanya untuk membaca namun juga dapat bermain di taman terbuka yang sudah disiapkan seperti gubuk baca, dan pengunjung dapat mengaplikasikan hasil bacaan (Inklusi) seperti membaca tentang manfaat pohon bambu. Pembaca dapat mempraktekkan seperti membuat kursi bambu, dinding, dan pernak- pernik. Dan banyak ide-ide kreatif lainnya yang menjadikan pengunjung selalu penasaran untuk datang. (r1n/mlo)


Pos terkait