Lapas Waykanan Gelar Pelatihan Kemandirian Narapidana Bidang Pertanian

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Di tengah kondisi Pandemi Covid-19 dan menuju tatanan new normal, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waykanan mengadakan Pelatihan Kemandirian Narapidana bidang pertanian jagung dan kacang tanah Tahun Anggaran 2020 dengan menggandeng Dinas Pertanian Holtikultura dan Peternakan diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sejumlah 30 orang.

“Ya, hari ini kami memberikan pelatihan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal kepada WBP agar setelah bebas kelak sudah mempunyai skill,” ucap Syarpani

Bacaan Lainnya

“Harapan saya, semoga dengan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan Lapas Waykanan untuk mendapatkan bekal hidup mandiri apabila nanti pada waktunya kembali ke masyarakat. Paling tidak untuk mencukupi keperluan sendiri, syukur-syukur dapat dijadikan sebagai mata pencaharian. Karena usaha di bidang pertanian masih sangat menjanjikan, apabila dilakukan secara benar dan serius,” tutup Syarpani

Terpisah, Kabid Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Waykanan, Riantori menjelaskan Pelatihan akan diberikan secara bertahap, dengan diberikan materi klasikal dan pendampingan praktik lapangan.

“Pada hari pertama materi di kelas dan dilanjutkan praktik di lapangan bagaimana cara menanam, baru di hari berikutnya akan ada teknis pembuatan pupuk kompos. Harapan kami, kelak setelah bebas bisa dipraktekkan di rumah dan dapat bergabung dengan kelompok tani di masyarakat,” ucap Riantori.

Dalam pada itu sejak Lapas kelas 2B Waykanan dipimpin oleh Syarpami sejarah perlahan tapi pasti berbagai perubahan dan kemajuan diraih diantaranya selain memiliki pondok pesantren dan masjid untuk para warga binaan belajar agama sarapannya juga telah membuat peternakan itik dan juga kambing yang dikelola oleh warga binaan dan terakhir minggu yang lalu, Syarpani dan warga binaan melakukan panen jagung Perdana di seputaran Lapas.

“Saya ini adalah Putra asli Waykanan kemudian sebagian besar warga binaan yang ada dalam nafas ini juga orang lagi kanan sehingga saya berpikir Bagaimana caranya nanti mereka-mereka itu sekeluarnya dari sekolah ah dapat benar-benar lulus dan memiliki keahlian dalam berbagai bidang untuk menggapai kehidupan mereka yang lebih baik data tidak kembali melakukan kesalahan,” tegas Syarpani.(wk1/mlo)


Pos terkait