Lapor Menteri BUMN, di Lampung Barat Banyak Jaringan PLN Tidak Pakai Tiang 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sudah 13 tahun jaringan listrik tidak ada tiang, pelanggan Listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero di beberapa wilayah (Pekon) di Kabupaten Lampung Barat meminta kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperhatikan kondisi tersebut. 

Karena dengan keadaan itu, bukan saja menyebabkan jaringan yang menjadi semrawut. Dan membahayakan tapi yang lebih menyebabkan tegangan tidak normal, terutama ketika waktu pemakaian tinggi dari Pukul 17.00 sampai 22.00 WIB. 

Bacaan Lainnya

Harapan kepada menteri BUMN tersebut, karena selama ini pelanggan dibantu oleh aparatur pekon (desa) di beberapa wilayah di kabupaten tersebut sudah merasa lelah yang hampir setiap tahunnya mengajukan usulan kepada pihak PLN setempat tapi tak kunjung ada realisasinya. 

“Selama ini, setiap kami meminta dipasang tiang agar kondisi listrik kami normal seperti tempat lain hanya disuruh mengajukan usulan agar diproses, tapi faktanya sampai sekarang tidak diperhatikan,” ungkap salah satu pelanggan PLN Mariun Mirza yang juga aparat Pekon Muarajaya 1. 

Sementara, diulas Hamawi warga Pekon Sukaraja Kecamatan Waytenong, ketika pemasangan jaringan, pelanggan telah memberikan pendaftaran sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. “Kami tidak tahu apa penyebab atau salah kami sebagai pelanggan hingga tidak diberikan pemasangan tiang tersebut, yang pasti sebagai pelanggan listrik kami menjalankan kewajiban pembayaran sesuai prosedur, bahkan mayoritas Kilowatt Hour (KWh) menggunakan pulsa artinya jika tidak diisi otomatis mati sendiri,” katanya.

Karena itu kepada Menteri Erick Thohir di bawah kepemimpinan Presiden Ir Joko Widodo yang programnya pro rakyat untuk dapat memberikan perhatian akan kondisi itu dengan merealisasikan pemasangan tiang sebagaimana digadang-gadangkan pihak PLN selama ini. 

Dari data medialampung.co.id, untuk Wilayah Timur Kabupaten Lampung Barat beberapa pekon yang kondisi jaringan listriknya tidak ada tiang tersebut seperti di Pekon Muarajaya I, Kecamatan Airhitam jaringan listrik di semua dusun. Lalu Pekon Muarabaru, Kecamatan Kebuntebu di Dusun Sukajadi dan Gunungraya. Kemudian di Pekon Manggarai, Kecamatan Airhitam, dan di Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong.

Ketiga pekon itu merupakan bagian dari beberapa wilayah di Kabupaten Lambar yang dipasang listrik tanpa tiang atau lebih dikenal dengan sebutkan memiliki KWH terbang, yang hanya disambung dari satu rumah ke rumah lainnya. 

Sementara di sisi lain, Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah penyuplai energi listrik untuk NKRI, seperti keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Besai yang diresmikan Presiden Megawati Sukarno Putri, dan sejak beberapa tahun ini pemerintah melalui pihak ketiga tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) seperti Dua titik di aliran Sungai (Way) Semangka, Kecamatan Belalau dan Batubrak, dan ada wacana baru masih proses pembebasan lahan PLTMH di Aliran Sungai (Way) Besai, persisnya di Kecamatan Sumberjaya.

Dan harapan masyarakat untuk pengadaan tiang listrik di pemukiman yang belum terpasang oleh pemegang kuasa yakni PT.PLN Persero mendapat dukungan penuh dari Pemkab Lambar, seperti rekomendasi oleh para peratin, camat, hingga dinas berkompeten bahkan pihak legislatif tapi belum ada realisasi. Karena itu diharapkan dimasa menteri BUMN Erick Thohir hak pelanggan listrik di Kabupaten Lambar dalam kenyamanan pengguna listrik diberikan. (r1n/mlo)

Pos terkait