Launching Bulan Timbang Balita, Parosil Minta Tingkatkan Gizi Melalui Posyandu 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Drs. Hi. Mad Hasnurin dan Ketua Tim Penggerak PKK Lambar Partinia Parosil Mabsus melaunching program bulan Timbang Balita yang digelar di halaman SD dan SMP Satu atap di Pemangku Bumbon, Pekon Kotabesi Kecamatan Batubrak, Selasa (4/8).

Pencanangan tersebut ditandai dengan pelepasan balon sekaligus penimbangan balita secara simbolis oleh Pakcik—sapaan Parosil Mabsus—yang turut didampingi sejumlah kepala Organisasi perangkat daerah (OPD).

Bacaan Lainnya



Dalam sambutannya, Pakcik mengatakan dengan telah di launchingnya program bulan Timbang Balita yang dilaksanakan Pemkab Lambar melalui Dinas Kesehatan itu maka setiap balita yang datang ke posyandu akan mendapatkan satu kapsul vitamin A sebagai strategi penanggulangan kekurangan vitamin A (KVa) dan obat cacing, dimana obat cacing bermanfaat untuk membunuh parasit  (cacing) yang berada di dalam tubuh anak sehingga fungsi penyerapan makanan dan nutrisi pada anak akan maksimal dan status nutrisinya terpenuhi.

“Stunting adalah suatu kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak yang lebih rendah/pendek (kerdil) dibanding standar tinggi badan berdasarkan umurnya. Untuk menyelaraskan program kerja utama Presiden Republik Indonesia yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia, maka dilaksanakan program ini,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa faktor utama penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu dari seorang ibu mengandung sampai dengan anak berumur 2 (dua) tahun.

Selain memiliki ukuran tubuh pendek stunting tersebut mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak anak kedepannya serta cenderung memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kronis pada dewasa nanti.

“Untuk mengantisipasinya hal itu ada berbagai upaya yang harus dilakukan yaitu dengan pemberian asi eksklusif, pemberian obat cacing, pemberian vitamin A, imunisasi,” imbuhnya.

Selain itu, upaya itu juga harus didukung dengan penggalakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Dimana, STBM terdiri dari stop buang air besar sembarangan,  cuci tangan pakai sabun, pengolahan makanan dalam rumah tangga, pengelolaan sampah dalam rumah tangga dan pengelolaan limbah. 

“Penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tugas jajaran dinas kesehatan saja, akan tetapi diperlukan satu kesatuan yang saling terintegrasi mulai dari seluruh OPD, camat, peratin dan pemangku hingga seluruh lapisan masyarakat,” pintanya.

Ia menegaskan bahwa  anak adalah aset bangsa yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Untuk itu ia berharap anak-anak di lampung barat nantinya akan menghasilkan generasi masa depan yang sehat, produktif dan memiliki daya saing yang kuat.

“Saya menghimbau agar semua balita di lampung barat 0-5 tahun untuk datang ke posyandu agar berat badan dan tinggi badan anak dapat diukur. pengukuran dimaksud adalah sebagai upaya kita bisa mengetahui status gizi anak kita, apakah anak kita status gizinya kurang, cukup atau lebih semuanya akan bisa terdeteksi saat anak-anak ibu setiap bulannya di bawa ke posyandu,” pintanya.(edi/mlo)



Pos terkait